RMOLSUMSEL

Home      RMOL Group


SEMOGA SIDAK HANIF BUKAN UPAYA PADAMKAN MASALAH TKA
MINGGU, 01 JANUARI 2017 , 12:02:00 WIB

RMOL. FSP KEP  Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengapresiasi inspeksi mendadak (sidak) yang dilaksanakan oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di PT Hua Xing Industri yang berlokasi Jalan Narogong KM 20, Cileungsi, Bogor.

Dalam sidaknya tersebut, Menakermenemukan adanya pelanggaran tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia.

"Hasil sidak tersebut membuktikan bahwa memang ada masalah TKA di Indonesia. Jadi tidak perlu disangkal lagi. Yang penting mencari solusi dan jalan keluar," kata Wakil Ketua Umum FSP KEP KSPI, Iskandar Zulkarnaen melalui siaran pers di Jakarta.

Pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan TKA tidak hanya terkait izin masuk, tetapi juga penyalahgunaan dokumen. Sidak menurut Iskandar, penting dilakukan tidak hanya pada saat isu mencuat, tetapi harus reguler dan berkala. Penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) perlu melakukan koordinasi agar inspeksi mendadak dapat berjalan efektif.

"Mudah-mudahan sidak yang dilakukan bukan hanya sekadar memadamkan lilin. Seperti ketika sidak PJTKI sampai panjat pagar dan setelah itu tidak ada lagi sidak terhadap PJTKI bahkan kasus kasus TKI sampai sekarang masih banyak yang belum terselesaikan kasusnya. ini sudah menjadi program besar Kementerian Ketenagakerjaan. Saya kira, semua pihak akan mendukung langkah tersebut," tuturnya.

Hanif mendapati 18 tenaga kerja asing yang terindikasi melakukan pelanggaran. Pelanggaran yang ditemukan antara lain bekerja tidak sesuai dengan izin yang diberikan, misalnya izin sebagai teknisi listrik tetapi menjadi tenaga pemasaran. Ada pula yang melanggar lokasi kerja, misalnya diberi izin bekerja di Tangerang tetapi bekerja di Bogor.

Hanif mengatakan tenaga kerja asing yang terindikasi melakukan pelanggaran izin kerja akan dibawa ke tahanan Imigrasi untuk diperiksa oleh pengawas ketenagakerjaan dan Imigrasi.[wid] 


Baca juga:


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Ahok-Djarot Heran, Lalu Tertawa dan Me-warning Para Rival
Ini Kejutan! Raja Arab Akan Berada Lama di Indonesia...
Pedas.... Ahok Sindir Silvy Ngebet Pimpin DKI