Di Muba, BRG-HAKI Berdayakan Masyarakat Merestorasi Lahan Gambut

Ekonomi  KAMIS, 29 DESEMBER 2016 , 10:37:00 WIB | LAPORAN: HAFIZ AL - FANGKY

Di Muba, BRG-HAKI Berdayakan Masyarakat Merestorasi Lahan Gambut

BRG dan HaKI menggelar workshop di Wisma Atlet Sekayu/RMOLSumsel-fiz

RMOL.  Badan Restorasi Gambut (BRG) Indonesia bersama Hutan Kita Institute (HAKI)  melaksanakan Workshop Tata Kelola Gambut Berbasis Desa Gambut, Kamis (29/12), di Wisma Atlet Sekayu.

Asisten III Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRG Indonesia  Muhammad Yusuf mengatakan, BRG sendiri merupakan lembaga non  struktural di bawah presiden langsung. BRG memiliki fungsi maupun tugas dalam merestorasi lahan gambut di Indonesia.

“Target kita ada tujuh provinsi se-Indonesia dengan merestorasi sebanyak 2 juta hektar lahan gambut dari tahun 2016 hingga 2020.  Salah satunya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Di Sumsel sendiri, jadi prioritas dua daerah yakni Kabupaten Ogan Komerin Ilir (OKI) dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba),” ungkap Yusuf.

Dan saat ini, dia menjelaskan, titik prioritas untuk direstorasi ada 14 desa yang berada di Kecamatan Bayung Lencir. Sebab wilayah tersebut sebagian besar lahannya gambut, apalagi sebagai penyumbang asap bencana tahun 2015 lalu.

“Hasil pemetaan kita ada 14 desa, dan itu akan kita lakukan restorasi. Namun, BRG tidak sendirian melainkan melibatkan semua pihak,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, BRG harus bersama multi pihak secara bersama-sama mewujudkan program tersebut. Sehingga dengan adanya lokakarya ini,  restorasi akan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan warga di area sekitar lahan gambut.

 “Restorasi ini, kita melibatkan peran masyarakat penuh, mulai dari edukasi, sosialisasi menjaga maupun melestarikan. Dengan memanfaatkan lahan tersebut sehingga menghasilkan nilai ekonomis bagi warga sekitar lahan gambut,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif HaKI Sumsel Aidil Fitri menambahkan, pihaknya mendorong masyarakat secara penuh ikut serta perestorasian lahan gambut. Karena masyarakat lebih mengetahui kondisi di lapangan serta manfaat yang bisa dihasilkan untuk mereka.

 “Jangan nanti kita lakukan tidak ada manfaat bagi masyarakatnya. Mengingat, dari hasil survei kita sendiri potensi yang bisa dikembangkan di lahan gambut sangat banyak. Khusus di wilayah Muba yakni budidaya air tawar, rotan, madu hutan, dan agroforestik,” tandasnya. [ida]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00