RMOLSUMSEL

Home     


ANTASARI AZHAR
TUNGGU WAKTU TIGA BULAN
JUM'AT, 02 DESEMBER 2016 , 16:16:00 WIB

RMOLSUMSEL
  

SETELAH keluar dari penjara, Antasari Azhar akan menata diri tiga bulan pasca kebabasannya. Waktu tiga bulan itu akan dimanfaatkannya untuk berkumpul bersama keluarga tercinta. Selain itu dia juga pulang ke Palembang.

Seperti diketahui, Antasari dinyatakan bebas bersyarat setelah menjalani masa hukuman sejak 2010, Kamis (10/11) lalu.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, dihukum 18 tahun penjara dalam kasus dugaan pembunuhan atas Nasrudin Zulkarnaen.

Sosok Antasari Azhar ternyata masih dikagumi banyak orang. Terutama rekan dan kerabat dekatnya. Terlihat pada acara syukuran yang digelar kerabat dekat Antasari Azhar di Gedung Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Palembang, 22 November lalu, cukup banyak tamu undangan yang hadir. Mereka merupakan kerabat dekat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, sejumlah pejabat daerah, serta teman semasa Antasari duduk di bangku kuliah Fakultas hukum Universitas Sriwijaya.

Pada kesempatan itu, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi RI, Antasari Azhar mengatakan akan menenangkan diri selama tiga bulan pasca bebas bersyarat dari balik jeruji besi Lapas Tanggerang 10 November lalu.

Kenapa menunggu tiga bulan? Waktu tiga bulan akan dimanfaatkannya untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus untuk beradaptasi alias menyesuaikan diri di alam bebasnya.

Kebebasannya setelah mendekam di penjara sekitar 8 tahun membuat pria berkumis tebal ini sedikit kaget dengan suasana barunya.

“Saya kadang kadang tidur, bangun tidur lupa kamar mandi dimana. Ternyata ke kanan itu waktu di dalam (penjara),” kata Antasari.

Bukan hanya itu dia juga mengaku ada rasa was was ketika menumpang pesawat terbang. “Sudah 10 tahun saya tidK naik pesawat, ada rasa was was juga. Kan butuh waktu merubah kondisi itu,” imbuhnya.

Waktu tiga bulan di rasanya cukup untuk menata diri dan mempersiapkan langkah kedepannya, terkait kasus yang menjeratnya hingga langkah politiknya kedepan.

“Itu waktu yang saya ukur cukup. Saya kan tiga bulan ini untuk kumpul dengan keluarga. Untuk membiasakan diri dirumah yang 8 tahun saya tinggalin,” kata dia.

Antasari mengatakan jika telah melalui tiga bulan kebebasannya, pertama yang dilakukannya akan mendatangi Polda Metro Jaya untuk menagih laporan pesan singkat atau SMS ancaman terkait kasusnya hingga ia dijebloskan ke penjara.

Menurutnya, pengusutan SMS ancaman tersebut sangat penting untuk mengungkap pelaku dibaliknya tewasnya Nasrudin Zulkarnaen, direktur PT Rajawali Putra Banjaran.

Laporan soal SMS singkat bernada ancaman kepada direktur PT Rajawali Putra Banjaran itu katanya telah dilaporkan pihaknya pada 2010 silam di Polda Metro Jaya, namun hingga kini laporan tersebut tak pernah diusut penyidik. Padahal dalam fakta persidangan, dirinya disebutkan tidak pernah mengirim SMS berisi ancaman tersebut kepada Nasrudin Zulkarnaen.

"Tahun 2010 dulu saya laporkan ke Polda Metro soal SMS ancaman, Alhamdulillah sampai sekarang tak pernah diusut. Habis tiga bulan ini saya datangi Polda minta diusut," tegas Antasari.

Ditambahkannya, pengungkapan kasus itu sangat penting untuk mengetahui orang maupun dalang pelaku yang mengirim SMS ancaman. Sebab, saksi yang dihadirkan dari pihak provider telekomunikasi selaku penyedia layanan seluler pada persidangan, dinyatakan Antasari tak pernah mengirim SMS ancaman tersebut.

"Artinya, ada orang yang menggunakan nomor saya untuk mengirimnya (SMS). Siapa yang melakukan, sampai ke ujungnya, diatasnya, dalangnya, saya minta diproses secara hukum," ujarnya.

Di Palembang, Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) ini diundang Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang untuk menggelar  syukuran dan silaturahmi bersama Antasari Azhar di Gedung Aula Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Unsri Bukit Besar Palembang.

Terlihat juga hadir pada acara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman, Mantan Walikota Palembang dua periode (2003- 2013) Edi Santana Putra, Wakil Rektor III Unsri, Dr. HM Zulkarnain, para dosen serta mahasiswa/wi Unsri.

Diungkapkan Antasari Azhar,  kuliah lalu masuk Departemen Kehakiman kemudian di KPK tetapi ujungya terpenjara. Nah inilah indahnya karier.

Menurutnya, Semua proses harus dijalankan karena proses pidana sebagai penegak hukum harus ditaati.  

"Saya menjalani pidana itu dengan ikhlas. Selama delapan tahun saya tidak dendam kepada siapapun. Begitu masuk penjara belum dapat apa-apa. Begitu setelah keluar dapat cucu,” ungkapnya. kemudian,

“Jadi untuk itu beri saya waktu, saya ingin berkumpul bersama istri dan anak cucu saya. setelah itu saya mencari keadilan,” katanya. Saat itu masih di KPK, keluarga itu nomor dua, nomor satu negara.  Nah, ketika saya masuk penjara, yang pertama keluarga. Jadi jangan lupakan keluarga, karena keluarga adalah nomor satu,” terangnya.

Dalam acara syukuran di Kampus Unsri ni, Antasari juga diminta untuk maju sebagai Calon Gubernur Sumsel 2018 mendatang.

Menanggapi itu, suami dari Ida Laksmiwati, balik bertanya. Apakah masyarakat Sumsel siap dipimpinnya. Pasalnya dia mengatakan tak pandang bulu ketika menjadi pemimpin.

“Apakah masyarakat Sumsel siap jika saya pimpin? Saya ini salah salah, benar benar. Termasuk keluarga, kalau salah ya salah,” tegasnya.

Dikatakan, niatnya maju di pilkada Sumsel muncul lantaran ada permintaan dari masyarakat. Bahkan saat dia masih mendekam di penjara, permintaan maju sebagai kepala daerah telah diutarakan banyak pihak kepadanya.

Selain ada pertanyaan lain mengapa Antasari Azhar lebih mengundang Jusuf Kalla daripada Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara syukuran kebebasannya di Grand Zuri, BSD Tangerang Selatan, Banten beberapa waktu lalu. Mengenai hal itu Antasari punya jawaban yang cukup mengejutkan banyak orang.

Selain dianggap sebagai sahabat, Antasari mengaku hanya JK yang peduli saat dirinya berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1A Tangerang sejak mulai ditahan tahun 2009 lalu.

"Beliau sahabat saya. Pak JK beberapa kali jenguk saya saat di Lapas. Beliau juga yang menjadi Wali pada pernikahan dua anak saya," ungkap Antasari.

Selain JK, Antasari juga mengundang Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasona Laoly, mantan Jaksa Agung Basrief Arief, mantan Wakil Jaksa Agung Darmono, alumni SMA 7, sejumlah pengacara, kerabat dan keluarga besarnya.

Meski demikian, tidak sedikit pun terbersit di pikiran Antasari untuk mengundang Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara syukuran tersebut.

Pasalnya, SBY tidak pernah menunjukkan rasa empati dan keprihatinannya saat Antasari dijebloskan ke Lapas.

Termasuk, ucapan selamat setelah matan Ketua KPK itu bebas bersyarat, Kamis (10/11) lalu.

"Jangankan (ucapan selamat) keluar (bebas), masuk (penjara) aja nggak ada (rasa) prihatinnya," tegas Antasari. [suhardi]


Baca juga:
KABAR RIZAL RAMLI DITANGKAP POLISI HOAX
PEMBUNUH KAKEK-NENEK TERNYATA CUCU SENDIRI
NATALIUS PIGAI: POLISI HARUS HATI-HATI, JANGAN SAMPAI KESEHATAN RACHMA MEMBURUK
BESOK, MAHASISWA DI OKU PUNYA CARA SENDIRI SIKAPI AKSI 212
MABES POLRI: PENANGKAPAN 10 TOKOH HASIL PENYELIDIKAN


Komentar Pembaca






Berita Populer