RMOLSUMSEL

Home      RMOL Group


PEMBANGUNAN GEDUNG POLTEKPAR DIMULAI 2017
LULUS LANGSUNG DAPAT KERJA
KAMIS, 01 DESEMBER 2016 , 17:41:00 WIB

  

RMOL. Pengembangan industri pariwisata yang dilakukan Pemprov Sumatera Selatan secara serius dilakukan. Salah satunya pengembangan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang. Meski pembangunannya dilakukan pada tahun 2017 nanti namun semua rencana telah disusun matang.

Bukan itu saja Poltekpar Palembang bahkan telah menjamin lulusannya untuk siap-siap bekerja di sektor pariwisata.

Pemprov Sumsel sendiri telah menegaskan, awal tahun 2017 pembangunan fisik gedung kampus Politeknik Pariwisata Palembang dipastikan dapat segera di mulai. Saat ini progresnya sedang dalam pembuatan Master Plan dan DED oleh PT. Panda Persada sebagai pemenang tender.

Selain itu, untuk meningkatkan mutu Poltekpar Palembang juga menjalin kerjasama dengan International Management Institute (IMI) dari Switzerland dan Asia Pacific Institute For Event Management.

Penandatanganan MoU ini dilakukan langsung Direktur Politeknik Pariwisata Palembang dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Mr. Heinz Burki sebagai President International Management Institute (IMI). dilanjutkan dengan kuliah umum bagi Mahasiswa Poltekpar Palembang, di Griya Agung Palembang pada November lalu.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, Politeknik Pariwisata Palembang akan menjadi ujung tombak pengembangan kepariwisataan Sumsel, karena untuk obyek Pariwisata di Sumsel sangat banyak sekali bahkan setiap Kabupaten/Kota memiliki Obyek Pariwisata masing-masing.

Menurut Alex, untuk kemajuan Poltekpar Palembang perlu didukung semua pihak baik pemerintah, swasta, dan Para Mahasiswa sendiri yang akan menentukan mau dibawah kemana Poltekpar Palembang kedepan.

"Kita sudah melakukan MOU kerjasama dengan IMI dari Switzerland dan Asia Pacific Institute For Event Management. Jadi Kurang apa lagi, saya akan berperan  penuh disini," tegas Alex.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pertemuan antara Gubernur Sumsel Alex Noerdin dengan Direktur Utama PT. Panda Persada, Panji Hardiansah selaku Konsultan Pembuatan Master Plant dan DED Sekolah Politeknik Pariwisata Palembang, dihadiri langsung Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementrian Pariwisata RI Prof. Ahman Sya.

Pertemuan ini diantaranya membahas terkait pentingnya master plan dan DED dipaparkan oleh Direktur Utama PT. Panda Persada, Panji Hardiansah dan percepatan pengadaan sarana dan prasarana praktek Politeknik Pariwisata Palembang.

Gubernur Alex Noerdin meminta kepada PT. Panda Persada selaku pemenang tender agar bisa segera menyelesaikan Master Plan dan DED tersebut selambatnya pada 13 Desember mendatang harus sudah selesai.

PT. Panda Persada diminta untuk membuat program perencanaan seperti di STP Bandung. Untuk pelaksanaan pembangunan fisik kampus Politeknik Pariwisata Palembang sudah bisa dilaksanakan tahun depan.

Sementara bagi lulusan Poltekpar Palembang nantinya, usai menyelesaikan pendidikannya mereka dijamin langsung terserap atau mendapatkan pekerjaan usai menyelesaikan pendidikan. Bahkan, mempunyai peluang besar bekerja di pemerintahanan.

Pembantu Ketua III bidang Kemahasiswaan dan Alumni Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Zulkifli Harahap mengatakan, dirinya menjamin, menempuh pendidikan di Poltekpar tidak akan rugi. Justru, mahasiswa/wi akan sangat diuntungkan. Dengan masih terbuka lebarnya peluang kerja di bidang pariwisata, dan lain sebagainya.

"Saya menjamin, bahwa setelah sekolah di poltekpar palembang sudah akan terserap setelah lulus tahun pertama. Baiuk di industri hotel, ataupun industri lainnya, termasuk pemerintahan," tegasnya.

Poltekpar Palembang sendiri membuka empat program studi (Prodi) di bawah dua jurusan yakni Jurusan Hospitaliti dengan prodi Tata Hidang, Seni Kuliner dan Divisi Kamar.

Sedangkan Jurusan Perjalanan, membawahi prodi Pengelola konvensi dan Acara. Jurusan Hospitaliti menawarkan program Diploma III sedangkan Jurusan Perjalanan dengan Diploma IV.

Ketiga prodi tersebut dipilih karena kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pariwisata. Para mahasiswa nantinya berkuliah di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) dengan pola Boarding School, atau asrama di Wisma Atlet. Karena, ada empat hal yang harus dilakukan untuk memasjukan pariwisata yakni destinasi, promosi, industri pariwisata serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan. [adv]


Baca juga:


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer