RMOLSUMSEL

Home     


SYARIF HIDAYAT
SILAHKAN DATANG KE MURATARA, KAMI JAMIN AMAN
SELASA, 01 NOVEMBER 2016 , 16:55:00 WIB
LAPORAN: RAHMAD RAMLI

BUPATI MURATARA SYARIF HIDAYAT
  

SEJAK satu tahun terakhir ini Kabupaten Muratara sudah sangat jauh berubah dari daerah yang rawan kejahatan kini menjadi daerah aman dan nyaman bagi semua orang.

Sekarang mulai banyak investor berdatangan ke Muratara. Mereka kini sudah mendengar kalau Muratara aman. Karena faktor keamanan adalah hal yang paling penting bagi investasi sebuah daerah. Seperti diketahui, potensi sumber daya alam di Muratara sangatlah besar sehingga butuh investor untuk mengolahnya. Untuk mendatangkan investor tersebut faktor utama adalah rasa aman.

"Dulu, kalau orang datang ke Muratara, pasti yang diomongkannya sudah aman belum. Alhamdullilah daerah kita sudah aman. Kalau dak aman, mana mau orang datang. Semangat rasa aman inilah yang berpengaruh dan menular ke masyarakat Muratara," ucapnya.

Diakui Syarif, tingkat kerawanan Muratara memang cukup tinggi bahkan bisa dikatakan paling rawan di Sumsel. Jangankan rumah kantor pemerintah saja dibakar. Namun sekarang semuanya berbeda. Kuncinya adalah pendekatan.

"Cukup bilang, dem lah nang. Artinya dengan pendekatan karena penyelesaian dengan kekerasan juga tidak menyelesaikan masalah. Masyarakat Muratara itu beragam dan bermacam-macam. Kuncinya pendekatan. Itu saja, persuasif. Buktinya sekarang jalan-jalan aman. Indikatornya saat Lebaran lalu. Mulai H-10 hingga H+10, ada ribuan kendaraan melintas di Muratara, dan aman,"

Dampaknya cukup besar khususnya bidang ekonomi. Kini mulai tumbuh subur rumah makan. Sebelumnya tak pernah terjadi.  Sekarang dari mulut ke mulut  para sopir dari Jambi, Padang selalu melintas karena merasa aman.

Pendekatan langsung ke masyarakat memberikan dampak langsung. Selama ini mereka yang sering menghadang mobil di jalan mendapat himbauan agar jangan mengganggu karena akan merusak citra.

"Saat melakukan pendekatan, terkadang kita membelikan rokok sambil meminta agar tidak berbuat onar. Kalau mereka ngomong perlu duit untuk makan karena miskin, kita juga beri penjelasan kalau orang miskin itu ada dimana-mana dan kuncinya harus bekerja. Syukurlah mereka mengerti, dan silahkan datang ke Muratara. Dijamin aman," katanya.

Sekarang ini, Muratara sedang giat-giatnya melakukan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan daerah lain di Sumsel. Sebagai daerah otonomi baru (DOB) yang baru terbentuk tiga tahun lalu tentu banyak pembangunan yang harus dikejar. Apalagi Muratara termasuk dalam kategori daerah kawasan tertinggal.

Hanya saja mereka memang masih terkendala pendanaan. Pemotongan anggaran dari pemerintah pusat serta lambannya dana alokasi umum (DAU) menjadi tantangan tersendiri bagi Bupati Syarif Hidayat untuk memajukan daerahnya.

"Muratara itu ibarat bayi, sehingga perlu banyak susu. Demikian juga penundaan DAU ini, kita minta ke Kementrian Daerah Tertinggal sekaligus menjelaskan bagaimana kondisi Muratara tanpa bantuan anggaran dari pusat. Syukur, usaha kami ini berhasil. InsyaAllah Januari dana itu turun," katanya.

Berbagai potensi sumber daya alam di Kabupaten Muratara seperti air terjun, tambang emas, pariwisata, gas bumi, dan perkebunan telah menarik minat investor untuk menanamkan investasinya.

"Pengolahan sumber daya alam ini menjadi tantangan Muratara ke depan. Bahkan sebenarnya tidak banyak tantangannya karena tinggal menggali sumber daya alam yang sudah ada saja. Kami memiliki sumber alam mulai dari batubara yang mencapai 2 miliar ton. Tinggal meyakinkan investor bahwa Muratara aman, dan buktinya Muratara aman," kata Syarif.

Fokus utama Syarif selain rasa aman adalah pembangunan infrastruktur terutama jalan, penerangan, dan investasi.

Dia merasa senang saat ini tidak lagi ditemukan masyarakat yang menghadang jalan, menyetop kendaraan yang melintas di Muratara seperti beberapa tahun lalu.

Imbasnya kini investor mulai masuk. Potensi air terjun Air Ulu Rawas misalnya, ternyata ada investor dari Malaysia dan Riau yang berminat membangun PLTL Mini Hidro bisa 10 MVA yang bisa menampung 2 kecamatan.

"Kalau itu sudah dibangun dampaknya luar biasa. Selain bisa untuk penerangan nantinya juga bisa jadi objek wisata. Jalan diperbesar. Saya jamin aman dan tidak ada hambatan dan pungutan-pungutan. Lapor kalau ada pungutan," ujar Syarif bersemangat.

Ada perbedaan prinsip dari Syarif Hidayat soal pola pandang membangun daerah. Bila kepala daerah lain mungkin akan senang banyak mall, minimarket, dan tempat hiburan yang dibangun. Namun Syarif sebaliknya.

Menurut dia, Muara Rupit ibukota Kabupaten Murataea adalah kota kecil yang kehidupan masyarakatnya penuh dengan kekerabatan. Belum saatnya ada minimarket yang dikuasai retail-retail besar karena akan mematikan ekonomi rakyat.

"Aku ini wong dusun, petani jadi tahu benar apa yang dirasakan petani. Ada 4 perusahaan retail besar yang mau masuk ke Muratara tapi ditolak. Maaf Pak untuk Muratara kami belum tidak terbiasa. Kalau saya ambil pasti mati warung-warung kecil di Muratara. Mungkin tidak ada lagi warung kecil yang menggantungkan mie instan dengan tali, menjual rokok batangan, duduk santai di warung. Suasana itu akan hilang diambil retail-retail," nantinya.

Kalau ekonomi rakyat Muratara sudah bagus, sejahtera baru bangunlah minimarket atau supermarket.

Sementara untuk sekarang ini dia ingin memfokuskan pembangunan infrastruktur dulu seperti jalan, penerangan dan air bersih.

"Waktu di keuangan dulu biasanya dana pembangunan yang mencapai ratusan miliar dibagi semua biar terlihat merata. Tapi hasilnya tidak kelihatan. Kalau saya beda. Sekarang untuk 2017 ini kita akan fokus di pembangunan jalan, jadi saat 2018 kita tidak mikir jalan lagi mungkin fokus di air bersih, lampu jalan atau lainnya. Kita bangun air bersih, sumur bor," kata pria yang kenyang asam garam di pemerintahan ini.

Keinginannya yang lain adalah memiliki aparatur yang bersih, pejabat yang mengerti dengan visi misi kepala daerah, ingin mengolah sumber daya alam maksimal, minyak, gas bumi dan tambang emas. Tambang emas di Sumsel satu-satunya di Muratara yang saat ini belum siap dikelola, dan perkebunan.

"Sebetulnya sumber alam Muratara paling kaya di Sumsel jadi harus rakyat makmur. Kemudian aparatnya bersih dan berwibawa. Bagi saya itu sudah cukup," ucapnya menutup obrolan. [rahmad ramli]


Baca juga:
DEWAN PAGARALAM ROLLING KOMPOSISI ALAT KELENGKAPAN
TUGAS BERAT, KEPALA BPMPD OKU MUNDUR
BAHAS PENYUSUNAN NOMENKLATUR JABATAN SERTA TUPOKSI
SELIDIKI KEMATIAN IBU DAN ANAK
BAWASLU MINTA RP 350 M, DEWAN : NGGAK MASUK AKAL


Komentar Pembaca






Berita Populer