Gagal Upload Penawaran, Perusahaan Konstruksi Pertanyakan Transparansi LPSE Prabumulih

Sosial  SABTU, 22 OKTOBER 2016 , 19:33:00 WIB | LAPORAN:

Gagal <i>Upload</i> Penawaran, Perusahaan Konstruksi Pertanyakan Transparansi LPSE Prabumulih
RMOL. Sulitnya untuk upload atau mengunggah file penawaran pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Prabumulih, membuat kesal sejumlah perusahaan konstruksi yang hendak mengikuti tender rehab Balai Karya di Jalan M. Yamin Kota Prabumulih.

Seperti yang dirasakan CV. Eldyra Rekayasa Arsitek perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi ini menduga LPSE tidak transparan pada tender rehab Balai Karya di Jalan M. Yamin Kota Prabumulih dengan pagu senilai Rp 1,9 mil‎yar.

"Sejak awal jadwal penawaran hingga sekarang kami kesulitan untuk upload penawaran tender, kami menduga kesulitan ini karena server LPSE dikecilkan, sehingga upload penawaran selalu gagal," ungkap Sangkut ST, Staff CV Eldyra Rekayasa Arsitek, Sabtu (22/10).

Pihaknya, sambung Sangkut telah mendatangi Kantor LPSE Prabumulih untuk menanyakan persoalan kesulitan upload. Bahkan ketika mendatangi langsung kantor LPSE, kata dia, pegawai LPSE sendiri tak bisa meng upload file penawaran CV Eldyra Rekayasa Arsitek.

"Akhirnya kami datang langsung ke LPSE, disana kami bersama pegawai LPSE mencoba mengupload file penawaran, nah disitu juga pihak LPSE tidak bisa," jelas Sangkut.

Persoalan inipun mendapat respon dari Ketua LPSE Prabumulih, sehingga jadwal upload yang semula 11-14 Oktober, kembali dijadwal ulang pada 21-24 Oktober.

"Karena kami datang kesana, jadi ada perpanjangan waktu upload yaitu dari 21 sampai 24 Oktober. Tapi tetap sama saja, selalu gagal upload penawaran. Padahal file kami hanya 11,7 megabyte (Mb) sementara file maksimalanya 500 MB, artinya gagal upload itu bukan karena kapasitas dokumen yang besar," jelasnya.

Kesulitan upload penawaran tender tersebut membuat pihaknya merasa dirugikan. "Kami minta LPSE itu fair saja, kalau kami tidak bisa upload, harusnya yang lain juga tidak bisa, jangan nanti tiba-tiba muncul pengumuman pemenang tender," tegasnya.

Hal senada dikatakan, Rossy, Staff administrasi CV Eldyra Rekayasa Arsitek. Akibat kejadian tersebut pihaknya berencana melaporkan kejanggalan yang dialaminya kepada LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan barang atau jasa Pemerintah) di Jakarta.

"Kita akan adukan ini ke LKPP, karena ada indikasi ini dipersulitan dan tidak transparan," katanya.

Sementara Ketua LPSE Kota Prabumulih, Joni Aswadi yang coba dikonfirmasi enggan menanggapi keluhan kontraktor.

"Ke kantor bae pas jam kerja kantor. Aku lagi di luar kota lagi ada acara keluargo. Ini sinyalnyo jelek," ujar Joni Aswadi yang juga dari Kominfo Prabumulih. [yip]

Komentar Pembaca
Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk
Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 15:16:32

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00