RMOLSUMSEL

Home     


MUHAMMAD ADIL
SIAP MELANTAI DI BURSA SAHAM
KAMIS, 06 OKTOBER 2016 , 13:48:00 WIB

MUHAMMAD ADIL/ RMOLSUMSEL
  

MIMPI Bank Sumsel Babel untuk segera go public agar sejajar dengan bank-bank nasional segera terwujud. Hal itu dikarenakan, berbagai prestasi yang berhasil ditorehkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang saat ini sahamnya dikuasai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel).

Bank Sumsel Babel meraih penghargaan pertama untuk kategori BUMD non listed, mengungguli Bank Jateng dan Bank Kalbar. Hal ini bukanlah tanpa upaya dan kerja keras, melainkan melalui sebuah proses transformasi yang dilakukannya.

Muhammad Adil selaku Direktur Umum PT Bank Sumsel Babel memaparkan bagaimana sejak awal tahun 2014, PT Bank Sumsel Babel melakukan transformasi dengan melakukan konsolidasi, ekspansi, dan looking forward.

Konsolidasi, dengan membuat pemetaan untuk mengetahui dalam hal apa bank ini telah memiliki hal-hal yang baik untuk tetap dipertahankan, sedangkan yang masih kurang kemudian diperbaiki.

Kemudian dilakukan pembenahan atas SOP yang terkait dengan Good Corporate Governance (GCG), Corporate Social Responsibility (CSR), dan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mengacu pada SOP yang dimiliki bank-bank besar lainnya, yaitu juga dengan melakukan perbaikan aturan sistem yang hingga kini sudah berjalan.

Melakukan ekspansi. Sebagai Bank Pembangunan Daerah, PT Bank Sumselbabel berkomitmen mendukung pembangunan daerah, mulai dari program UMKM, program percepatan, proyek jalan, memberikan percepatan proses kredit, percepatan pembuatan garis seimbang, dan sebagainya. Dampaknya maka proses-proses yang terjadi di daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung sebagian besar telah melalui Bank Sumselbabel.

Looking Forward atau memandang ke depan. Bank Sumselbabel sebagai bank daerah tidak ingin ketinggalan, apalagi di rumah sendiri. Mereka harus menguasai rumah sendiri, terutama di pembangunan daerah.

Untuk melakukan tiga hal tersebut, Muhammad Adil selalu berkonsolidasi dengan seluruh stafnya bahkan hingga larut malam.

Adil juga dikenal orang yang santai, sehingga tak jarang saat melakukan pertemuan dilakukan sambil ngopi-ngopi.

Hasilnya, kinerja BSB pun meningkat. Di tengah pelambatan ekonomi nasional BSB mampu meraih prestasi bahkan turut serta dalam pembangunan di Sumatera Selatan. Salah satunya ikut membiayai pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang menghabiskan dana triliunan rupiah.

"Kami berhasil mempertahankan Anual Report Award secara dua tahun berturut-turut dengan peringkat tertinggi untuk kategori BUMD non listed. Itu berarti annual report perusahaan sudah sesuai standar," jelas pria yang juga Ketua Indonesian Marketing Association (IMA) ini.

Adil mengemukakan, penghargaan Anual Report Award (ARA) tersebut, akan membuka jalan rencana Bank Sumsel untuk melantai di Bursa Saham. Dimana, jika Bank Sumsel berhasil mempertahankan penghargaan bergengsi tersebut, nantinya bisa menjadi salah satu faktor yang bisa mendongkrak harga saham.

Karena memang penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penilaian beberapa lembaga lain seperti, Kementerian BUMN, Bank Indonesia (BI), Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak, Komite Nasional Kebijakan Governance, Bursa Efek Indonesia (BEI) serta Ikatan Akuntan Indonesia tersebut,  untuk mengukur wujud nyata atas komitmen penerapan prinsip GCG (good corporate governance) yang dilaksanakan pihaknya.

"Kalau mau IPO itu perlu keakuratan annual report dan kami sudah bisa memenuhi standar sesuai penilaian tujuh instansi, dan kami siap mengharumkan Sumsel melalui go public yang akan dilaksanakan," ulasnya. [raden mohd solehin]


Baca juga:
JAJAKI POTENSI BIOGAS DI MUBA
TANJUNG TAPA LAYAK DIJADIKAN PELABUHAN LAUT
RAIH ARA DUA TAHUN BERTURUT-TURUT BSB SIAP MELANTAI DI BURSA SAHAM
BSB TERUS TINGKATKAN PELAYANAN MELALUI AJANG PEMILIHAN DUTA LAYANAN 2016
TANPA ASAP, UDARA DI ME TERGOLONG AMAN


Komentar Pembaca






Berita Populer