Khawatir Perekonomiannya Terguncang, Singapura Berusaha Jegal Tax Amnesty

Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Ekonomi  SABTU, 17 SEPTEMBER 2016 , 07:31:00 WIB

Khawatir Perekonomiannya Terguncang, Singapura Berusaha Jegal Tax Amnesty
RMOL. Sikap perbankan Singapura yang membuat laporan transaksi mencurigakan (suspicious transaction report/STR) ke Commercial Affairs Department (CAD) atau unit kepolisian yang menangani kasus kejahatan finansial merupakan indikasi kuat atas upaya penjegalan program tax amnesty yang digadang Pemerintah Indonesia.

"Alasan beberapa bank di Singapura melakukan STR cenderung over reacting dan tidak relevan," kata Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno kepada redaksi, Sabtu (17/9).

Dia, seharusnya sebuah bank berkewajiban memverifikasi dan meneliti latar belakang dan identitas nasabahnya ketika membuka rekening, termasuk asal usul dana yang akan ditempatkan. Prosesnya disebut KYC (Know Your Client), yaitu proses standar dan baku di dunia perbankan guna mengetahui keabsahan dana yang ditempatkan di sebuah bank.

"Jika bank tidak mampu meyakinkan dirinya tentang sumber dana dari nasabahnya sudah sewajarnya bank yang bersangkutan menolak dana tersebut," ujar Eddy.

Pertanyaannya, mengapa dana yang sudah mengendap di berbagai bank di Singapura, bahkan ada yang sudah puluhan tahun sekarang ini masuk kategori transaksi mencurigakan. Ketika nasabahnya melaporkan harta sebagai bagian dari program tax amnesty.

"Artinya, bank yang bersangkutan tidak melaksanakan proses KYC dengan baik atau bahkan mengabaikannya. Demi mendapatkan dana dari nasabah Indonesia," beber Eddy.

Lebih jauh, dia menilai, tindakan tersebut adalah bentuk kekhawatiran Singapura karena akan kehilangan uang dari nasabah asal Indonesia, sehingga mencoba menghalangi partisipasi tax amnesty. Apalagi repatriasi aset nasabahnya melalui pelaporan STR.

"Logikanya, para pejabat bank di Singapura perlu diperiksa juga karena menyetujui pembukaan rekening bank dan menerima dana dari nasabah Indonesia yang sekarang masuk kategori transaksi mencurigakan. Jangan hanya menyalahkan deposan Indonesia saja, seakan mereka menempatkan aset haram di luar negeri tetapi pejabat banknya juga harus ditindak karena menyediakan karpet merah ketika menerima ratusan triliun dana dari warga Indonesia," kata Eddy. [wah]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

RABU, 04 APRIL 2018 , 12:17:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00