3 Tahun Kepemimpinan Yan Anton

Membangun Banyuasin Terdepan, Berdaya Saing dan Mandiri

KABUPATEN BANYUASIN  SENIN, 18 JULI 2016 , 12:06:00 WIB | LAPORAN: ERIK OKTA

Membangun Banyuasin Terdepan, Berdaya Saing dan Mandiri
RMOL. Genap 14 tahun usia Kabupaten Banyuasin. Bagai remaja yang beranjak dewasa, semua potensi yang dimiliki satu persatu dikuak dan dandi optimalkan kabupatenini.

Proses pembangunan secara bertahap dan merata dilaksanakan. Sektor-sektor kehidupan mengalami peningkatan. Berbagai penghargaan sebagai bentuk pengakuan pihak luar didapatkan.

Bupati kedua dari kabupaten ini, Yan Anton Ferdian, bersama DPRD Banyuasin, FKPD, erta segenap lapisan masyarakat Kab.Banyuasin pantang menyerah membangun kabupaten ini tidak hanya agar makin dikenal luas, namun utamanya agar kesejahteraan rakyat makin meningkat.

Gema pembangunan infrastruktur beriring kemajuan di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, juga teknologi.
Pembangunan infrastruktur menggeliat dalam program unggulan dana infrastuktur Desa/Kelurahan, yang lebih familiar dengan sebutan DID.

Program ini memberikan kesempatan kepada setiap desa/kelurahan untuk melakukan pembangunan infrastruktur berdasarkan kesepakatan seluruh elemen masyarakat, melibatkan masyarakat setempat, sehingga berorientasi pada kebutuhan dan bermuara pada perputaran dana serta kesejahteraan dalam lingkungan masyarakat itu sendiri.

RP.300 juta/Desa, sejak diluncurkan pada tahun 2014 lalu telah membuat ratusan kilo meter jalan desadicor, puluhan jembatan dibangun, puluhan gedung kantor desa berdiri, belasan dermaga beroperasi dan banyak lainnya.
Program ini menjadikan pembangunan di Kabupaten Banyuasin merata hingga kepelosok-pelosok daerah terpencil.

Di bidang kesehatan juga terlihat berbagai peningkatan. Kondisi geografis yang berupa daerah perairan sudah pasti menciptakan kesulitan dalam kondisi emergency. Namun kesulitan ini diatasi dengan dirintisnya Rumah Sakit Pratama.

Adalah Kecamatan Makarti Jaya, dipilih sebagai lokasi pertama didirikannya rumah sakit yang lebih mudah dijangkau masyarakat di daerah perairan. Untuk selanjutnya segera menyusul pembangunan rumah sakit pratama di lokasi lain.

Tak hanya pembangunan rumah sakit, sejak tahun 2014 hingga saat ini Dinas Kesehatan Kab. Banyusin tercatat telah membangun 31 Puskesmas baru di 19 Kecamatan yang ada. Selain pembangunan baru, beberapa fasilitas kesehatan yang telah ada pun tak luput dari upaya renovasi dan pemugaran agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal.

Dinkes Banyuasin pun fokus menyukseskan berbagai program kesehatan dari pemerintah pusat, sebut laheradikasi (pemusnahantotal,red) penyakit polio, pendirian kampung KB tingkat kabupaten dan pelaksanaan pemeriksaan IVA dan Sadanismen jadi salah satu upaya Pemerintah Kab. Banyuasin menciptakan masyarakat yang sehat jasmani.

Bahkan upaya ini pula yang kemudian menghantarkan Kab. Banyuasin masuk sebagai nominasi 6 besar Kabupaten/Kota Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tahun 2016 ini. Kompetisi ini masih dalam tahap penilaian, ketua tim penilai yang merupakan Wakil Ketua Pokja IV TP-PKK usat, Rahmawati menyebutkan Kab.Banyuasin mempunyai peluang besar berada di posisi pertama pada pengumuman pemenang yang akan dilakukan berbarengan dengan peringatan hari Keluarga Nasional pada November mendatang.
Sementara itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan Pemkab Banyuasin menyadari perlu adanya sarana pendidikan yang lebih mudah dijangkau. Biaya operasional pendidikan yang mesti ditanggung tiap keluarga menjadi satu dari banyak faktor penyebab putus sekolah.

Mengatasi masalah ini unit sekolah baru didirikan di kecamatan yang membutuhkan. Tahun 2014, masa awal kepemimpinannya, Bupati Yan Anton yang menyadari potensi agraria Kab. Banyuasin meresmikan SMKN pertama di bidang pertanian, SMK unggul Negeri 2 Banyuasin III mulai mendidik calon ahli pertanian.

Sampai akhir 2015 telah berdiri 3 unit Paud, 3 unit TK Negeri, 6 unit SD, 1 unit SMP, 2 unit SMA dan 4 unit SMK, dan akan bertambah dengan 1 unit Paud, 6 unit SMP, 4 unit SMA, dan 2 unit SMK yang sedang dalam pembangunan.

Tak hanya sebatas sekolah menengah tingkat atas, di tahun 2014 lalu, Akademi Komunitas Negeri (AKN) juga mulai menerima mahasiswa angkatan pertamanya. Keberadaan Sekolah tinggi dengan jenjang D-2 ini dipercaya mampu menyerap lulusan sekolah menengah atas untuk dididik menjadi ahli yang akan membangun Kab. Banyuasin.

Dibidang teknologi Informasi, Kab.Banyuasin juga perlahan-lahan mulai bangkit. Dengan visi ingin mewujudkan E-government Pemkab Banyuasin melalui Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi mulai membangun infrastruktur jaringan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) yang telah dimulai sejak 2009. Dengan jaringan ini seluruh komputer klien yang berada di setiap SKPD terhubung dengan Jaringan Inti (BackBone) Pemkab Banyusian yang berpusat di Kantor Sekretariat Daerah Kab.Banyuasin, yang disebut dengan Data Center.

Upaya pengembangan pelayanan pemerintahan berbasis teknologi informasiini pun diakui pihak luar dengan sejumlah penghargaan yang telah berhasil diraih, seperti peringkat kedua pada ajang Indonesian Digital Society Award (IDSA) kategori Government dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bekerjasama dengan MarkPlus, Inc yang diraih pada tahun 2014.

Selanjutnya di tahun 2015 terjadipeningkatanpesatdalampengembanganTeknologiInformasi.Beberapadiantaranyaseperti, pembangunaninfrastrukturjaringan data menggunakan media kabel radio wireless untukmenghubungkan data dari Data Center keempatKecamatan yang berada di daerah perairan. Keempat kecamatan tersebut adalah, Sumber Marga Telang, Makarti Jaya, Muara Telang dan Kecamatan Air Kumbang.

Selanjutnya, Kabupaten Banyuasin juga ditunjuk sebagai salah satu dari 7 Kab/Kota di Indonesia yang menjadi proyek percontohan  Meaningful Broadband Kabupaten Initiative untuk mendukung implementasi Rencana Pita Lebar Indonesia (RPI) oleh Dewan TIK Nasional (DetikNas).

Sesuai dengan namanya, proyek ini bakal mendorong pemanfaatan broadband di tingkat kabupaten atau kota.
Peningkatan ini kemudian menghantarkan Kab.Banyuasin kembali meraih peringkat ketiga dalam Indonesian Digital Society Award (IDSA) kategori The Best Integrated E-Government dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bekerjasama dengan MarkPlus, Inc. Juga peringkat pertama dalam Pemeringkatan E-Government Indonesia (PeGI) dari Kementerian Kominfo RI untuk tingka tKabupaten/Kota se-Sumatera Tahun 2015.

Berbagai bentuk pelayanan pun diarahkan Bupati Banyuasin untuk menggunakan teknologi informasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih efisien, akurat dan transparan.

Bentuk penggunaan teknologi informasi selanjutnya diterapkan Pemkab Banyuasin dalam proses pemilihan Kepala Desa yang kemudian dikenal dengan nama E-voting. Pelaksanaan E-voting diakui sebagai reformasi demokrasi.

Dilaksanakan di 160 desa secara serentak bergelombang, penyelenggaraan pilkades E-voting telah membuat pelaksanaan proses demokrasi menjadi lebih efisien, akurat, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Keberhasilan juga yang kemudian mengukir nama Banyuasin dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyelenggara pemilihan kepala desa terbanyak dengan sistem E-voting.

Dengan semua kemajuan itu, Kabupaten Banyuasin tetap tidak melupakan anugerah alam berupa wilayah lahan pertanian yang luas. Tahun 2015 lalu, produksi padi Banyuasin menyuplai 30% produksi padi Sumatera Selatan.

Keberhasilan ini pulalah yang membuahkan Adhikarya Pangan Nasional dan Pin Emas penghargaan Upsus Pajale IP200 untuk Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian.

Sebagai Kabupaten lumbung pangan, Banyuasin terus bertekad meningkatkan produksinya. Tahun 2016, target 1,4 juta ton gabah kering giling menjadi tujuan. Angka tersebut diprediksi akan tercapai bahkan melebihi target diakhir tahun. Hal ini berdasarkan data yang telah dirilis BPS Prov. Sumsel yang menyatakan hingga akhir April jumlah produksi gabah kering giling Banyuasin telah mencapai 838.679 ton.

Berdasarkan angka ramalan I, diakhir tahun produksi padi Banyuasin bisa mencapai 1.481.736 ton gabah kering giling. [rhd]



Komentar Pembaca
Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk
Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 15:16:32

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00