PEREMPUAN YANG DIUNGKAP AL QUR'AN

Mariyah Al Qibthiyyah

Oleh: Nasaruddin Umar

Ragam  SENIN, 25 APRIL 2016 , 10:30:00 WIB

Mariyah Al Qibthiyyah
PEREMPUAN terakhir yang dikawini Nabi ialah Maimunah binti Harits. Perempuan ini diabadikan didalam Al-Qur'an dengan istilah "imra'atan mu'minatan" (perempuan mukmin), sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an: "Hai nabi, sesungguhnya Kami telah mengha­lalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikar­uniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ayahmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan ayahmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan perem­puan mukmin yang menyerahkan dirinya ke­pada nabi kalau nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. al-Ahdzab/33:50).

Nama sebenarnya, sebagaimana disebut­kan di dalam kitab-kitab Tafsir, ialah Barrah binti Harits, tetapi namanya diganti setelah kawin dengan Nabi. Ia termasuk perempuan terhormat di dalam kabilahnya. Ia sesung­guhnya seorang janda yang berumur dan ia sebagai perempuan kedua masuk Islam setelah Khadijah. Maimunah masih terkait hubungan keluarga dengan Zainab binti Khuzaimah bin Harits. Ia seorang perem­puan pertama dimakamkan di Baqi'.

Maimunah memiliki kisah tersendiri ten­tang perjodohannya dengan Nabi. Di awali ketika Barrah jatuh cinta berat terhadap Nabi Muhammad Saw. Walaupun usianya 36 dan Nabi Muhammad 59 atau 60 tahun tetapi tidak menghalanginya untuk jatuh cinta ter­hadap seorang tokoh dan sekaligus pahla­wan dan nabi. Akhirnya niatnya kesampaian oleh kakak kandungnya sendiri dan Nabi pun tidak keberatan memenuhi harapan Barrah. Akhirnya secara resmi Nabi melamar Bar­rah dan selanjutnya kawin dengan Barrah. Perkawinannya ini diabadikan di dalam Al- Qur’an sebagaimana disebutkan di atas.

Perkawinannya tergolong unik kare­na mungkin satu-satunya isteri nabi yang pro-aktif untuk mepersuamikan Nabi ialah Maimunah. Proaktifnya seorang perem­puan untuk mempersuamikan seorang laki-laki tidak terlarang sepanjang melalui pros­es Syari'ah dan tentunya tidak dengan cara menimbulkan fitnah. Maimunah kawin den­gan Rasulullah Saw dan mengantarkan kar­ier dan sekaligus perjuangan Nabi bersama dengan isteri-isteri Nabi lainnya. Ia mening­gal dalam usia 81 tahun, jauh sesudah wa­fatnya Nabi. Ia meminta dikuburkan di dekat Tan’im, sebuah tempat yang penuh kenan­gan yaitu saat-saat ketika ia memuncak cin­tanya terhadap Nabi.

Maimunah termasuk salahseorang isteri Nabi yang cerdas dan aktif mendampingi Nabi Muhammad saw. Ia tercatat telah meriwayat­kan 64 hadis yang kemudian diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, Nasai, dan Ibn Majah. Sejumlah sahabat te­lanh mengambil hadis dari padanya, seperti Ibn Abbas, Yazin ibn al-Asham, dan sejumlah tabi’in. ***

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00