Banyak Kesulitan dan Tantangan, Albertina Ho Terus Berjuang Menegakkan Hukum

Laporan: Muhammad Iqbal

Kriminal  RABU, 20 JANUARI 2016 , 08:30:00 WIB

Banyak Kesulitan dan Tantangan, Albertina Ho Terus Berjuang Menegakkan Hukum

Ketua PN Bekasi Albertina Ho/net

RMOL. Nama Albertina Ho sudah tidak asing lagi di telinga orang Indonesia, khususnya bagi pegiat dan pemerhati hukum. Hakim karier wanita berusia 55 tahun ini dikenal berintegritas dan tegas dalam memutuskan perkara ketika masih menjadi hakim tipikor.


Namanya mencuat saat ia mengadili tersangka mafia pajak, Gayus Tambunan. Ketika masih berkarir di Jakarta, di tengah glamornya kehidupan ibukota dan berada di antara hakim-hakim Pengadilan Jakarta Selatan yang berkehidupan mewah, Albertina tetap konsisten untuk hidup bersahaja sebagai aparat penegak hukum. Beberapa kali profilnya menghiasi media massa lantaran kerap naik angkot menuju pengadilan dan dikenal hakim yang tak bisa disuap.

Setelah "dilempar" untuk melanjutkan karir sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Palembang, ternyata Albertina Ho saat ini menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Bekasi. Sebelum kehadiran Albertina, lembaga peradilan di Bekasi ini memang dikenal "bobrok" dan sarang praktek permainan hukum.

Kendati menolak disebut-sebut kehadirannya di PN Bekasi untuk memperbaiki kondisi lembaga peradilan ini, Albertina sebenarnya banyak melakukan perubahan di PN Bekasi, terutama administrasi prosedur pengadilan yang sebelum kehadirannya cukup "berantakan" dan belum tertib.

Sejak kehadirannya, suasana PN Bekasi lebih tertata. Perubahannya antara lain yakni, perkara yang akan disidangkan harus didaftarkan kemudian diumumkan melalui layar dan diumumkan lewat pengeras suara agar masyarakat mengetahui di ruang mana perkara disidangkan, pendaftaran sidang juga harus melalui loket-loket yang disediakan, kemudian juga Albertina "menyulap" ruang tunggu bagi peserta sidang menjadi nyaman, yakni berada di tengah-tengah gedung pengadilan dimana terdapat taman mini, televisi, meja pengumuman sidang, serta kantin.

"Saya tidak muluk-muluk, harus begini, harus begitu. Saya cuma menegaskan mari kita bekerja sesuai dengan aturan yang ada, dan ingin membuat pengadilan itu nyaman bagi semua. Saya juga tidak bisa memberi penilaian terhadap apa yang telah saya perbuat, silahkan orang lain yang menilai secara objektif, bagaimana kondisi PN Bekasi dulu dan bagaimana sekarang. Nanti kalau saya yang menilai saya takabur," urai Albertina ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, di ruangannya di PN Bekasi, Selasa, (20/1).

Albertina menjabat di PN Bekasi sebagai ketua yang membawahi banyak hakim-hakim yang lebih senior dan berpengalaman. Bahkan beberapa hakim di PN Bekasi pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri di wilayah lain. Ia punya trik jitu, untuk mensiasati agar permasalahan-permasalahan di dalam persidangan, terutama temuan-temuan yang dianggap menganggu integritas hakim dan nama lembaga, Albertina rutin mengadakan forum diskusi sebulan sekali. Dalam forum itu, para hakim-hakim dan panitera wajib hadir untuk sharing dan berdiskusi terkait permasalahan yang ada. Di forum itu lah, hakim yang dikenal ramah ini memainkan perannya sebagai ketua. Albertina memberikan arahan tegas dan terus mengingatkan para stakeholder pengadilan untuk tetap menjaga nama baik, menjaga kode etik profesi dan nama baik lembaga.

"Di forum itu, tiap bulan ganti-gantian ada yang jadi moderator, ada yang bawa makalah. Kita berusaha untuk punya suatu pemahaman yang sama tentang kasus-kasus yang ada," kata dia.

Albertina cukup sibuk dengan rutinitasnya sebagai Ketua PN Bekasi, apalagi ia kerap bolak-balik ke Bandung atau Jakarta untuk mengurus administrasi pengadilan. Ketika ditanya apakah ia ingin kembali menjadi hakim di Tipikor Jakarta dan menangani kasus-kasus kakap, Albertina menjawab dia akan berusaha bekerja keras dimana pun ia ditugaskan.

"Saya pikir di Bekasi juga sudah susah. Banyak juga kok hakim-hakim bagus di Tipikor itu. Kalau saya modelnya kerja memberikan bukti, biar orang lain yang menilai dan membandingkan," kata dia.

Albertina Ho, figur penegak hukum yang dikenal sederhana, saat ini karena statusnya sebagai Ketua PN Bekasi, tidak bisa lagi menjalankan hobi lamanya, yakni naik angkot. Sebagai ketua, ia diberi fasilitas oleh negara yakni rumah dinas dan mobil dinas.

"Gimana mau naik angkot, saya mobilitasnya tinggi. Pagi-pagi mendadak bisa ke Bandung, sorenya harus balik lagi ke pengadilan, atau tiba-tiba dapat panggilan ke Jakarta, harus ke MA atau ke Dirjen Peradilan Umum. Banyak banget kerjaan, sekarang saja saya sudah sangat jarang bersidang, urusan berkas perkara pengadilan menumpuk," ceritanya sembari tertawa. [rus]



Komentar Pembaca
PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00