GBHN Tak Perlu, Molen: Yang Penting Frekuensi, Kalau Sama Pasti Nyambung

Politik  SABTU, 16 JANUARI 2016 , 14:04:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

GBHN Tak Perlu, Molen: Yang Penting Frekuensi, Kalau Sama Pasti Nyambung

Penjabat Bupati OKU, Maulan Aklil/RMOLSUMSEL

RMOL. Dalam Rapat Kerja Nasional PDI-P 2016 beberapa hari lalu, gagasan untuk mendorong pemberlakuan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) atau program Pembangunan Nasional Semesta Berencana kembali dimunculkan.
Diketahui, wacana pemberlakuan kembali GBHN karena Megawati Soekarnoputri menilai buruk, sistem pembangunan negara yang semakin tak padu dan cenderung berjangka pendek. 

Penyebabnya, begitu terjadi pergantian pemimpin, terjadi pula pergantian visi-misi dan program pembangunan.

Penjabat Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) H Maulan Aklil kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel menegaskan bahwa pedoman pembangunan GBHN tidak perlu. 

Sebab sebetulnya menurut dia, nyambung atau tidak pembangunan dari satu periode kepemimpinan ke periode setelahnya, itu tergantung frekuensi hati seorang pemimpin.

"Ada beberapa tipikal hati seorang pemimpin. Ada yang mencari materi, kekuasaan, sombong ada juga yang ikhlas dan lain sebagainya. Artinya disitu ada yang namanya frekuensi. Nah, frekuensi ini ada di hati. Kalau frekuensinya beda-beda, ya itu yang terjadi. Tapi kalau frekuensinya sama, Insya Allah nyambung. Jadi memimpin itu tergantung hati," jelas dia. 

Kembali ke soal GBHN tadi, sambung Molen (begitu dia biasa disapa), itukan hanya berupa acuan yang biasanya dituangkan dalam bentuk wacana kedepan dan tertulis. 

Padahal sesungguhnya, kalau seorang pemimpin memimpin dengan hati tulus ikhlas, tanpa GBHN itu pun (karena sudah terjabar), pasti nyambung. 

"Terserah mau gaya apapun, kalau frekuensi tadi sama, tidak masalah," imbuh dia. 

Perlu diingat tegas Molen, bahwa Negara ini besar oleh karena pemimpinnya sederhana. Besarnya negara ini juga tercipta oleh toleransi pemimpin bangsa ini. Tak ketinggalan jiwa besar dari seorang bangsa.

"Jadi sekali lagi, GBHN ini percuma juga kalau hanya tertulis dan tidak ada frekuensi berkelanjutan dari pemimpinnya. Disitulah letaknya kalau mau menilai pemimpin. Jadi singkat cerita, benar bahwa pemimpin itu bukan tercipta, melainkan terlahir," demikian Molen. [sri]



Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00