RMOLSUMSEL

Home     


MESKI HEBOH DI MEDSOS, PENGUPLOAD FOTO KEPALA BERUANG DI LAHAT TAK DAPAT DIPIDANA
KAMIS, 12 NOVEMBER 2015 , 14:28:00 WIB
LAPORAN: ANDI SYAHRIAL

KAPOLRES LAHAT AKBP YAYAT POPON RUHIYAT (TENGAH) DIDAMPINGI KASAT RESKRIM AKP AHMAD AKBAR ( KANAN) DAN PERWAKILAN BKSDA, EDI (KIRI) MEMBERIKAN KETERANGAN PERS, KAMIS (12/11), SOAL PENANGKAPAN DAN TERBUNUHNYA BERUANG OLEH WARGA DI TANJUNG SAKTI PUMI./RMOLSUMSEL
  

RMOL. Kapolres Lahat, AKBP Yayat Popon Ruhiyat mengemukakan Kurniawan, seorang warga Tanjung Sakti Pumi yang mengupload foto sedang memegang kepala beruang dan tubuh beruang yang dimutilasi ke media sosial, tidak dapat dikenakan perkara hukum.

Kendati bikin heboh dan beragam komentar antipati di media sosial, namun perbuatannya itu belum memenuhi unsur perbuatan pidana melanggar undang - undang teknologi informasi.

Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim AKP Ahmad Akbar dan Edi dari BKSDA Sumsel saat memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Mapolres Lahat, Kamis (12/11) mengungkapkan, kronologi kejadian pada tanggal 4 November 2015, ada beruang memasuki wilayah desa di Tanjung Sakti Pumi dan mendekati 3 orang warga setempat yang sedang memperbaiki tambak atau kolam, namun karena kaget dan takut, lalu 3 orang itu lari dan memberitahukan kepada warga kalau ada beruang, kemudian warga datang dengan asumsi beruang itu membahayakan.

Lalu warga beramai - ramai mencoba menghalau dengan berbagai cara menggunakan kayu dan batu, akan  tetapi beruang itu semakin beringas, dan kemudian dilumpuhkan warga dengan cara lebih keras menyebabkan beruang itu mati.

Kemudian beruang yang mati itu difoto dan diupload salah seorang warga ke media sosial yang menyebabkan kehebohan dan antipati para netizen.

"Menurut pengakuan dia, hanya iseng saja menayangkan foto beruang yang sudah mati itu di media sosial, tidak ada maksud lain," ungkap Yayat.

Sementara untuk peristiwa pembantaian beruang itu, tukas Yayat, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan melihatkan saksi ahli dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam).

Dalam undang - undang Nomor 5 tahun 1990, memang ada aturan yang tidak dibenarkan membunuh hewan - hewan dilindungi, akan tetapi ada pula pasal pengecualiannya jika hewan tersebut mengancam keselamatan jiwa manusia.

Ditambahkan kapolres, sejauh ini sudah 7 saksi dimintai keterangan oleh pihaknya. Sedangkan, beruang yang dibantai itu telah dibuang warga ke Sungai Manna sesaat setelah dibunuh.

Sementara perwakilan BKSDA Sumsel, Edi menjelaskan, pihaknya telah mengupayakan agar hewan yang turun dari hutan ke perkampungan penduduk tidak membahayakan manusia dan satwa itu sendiri.

Selain itu, kata Edi, pihaknya akan terus giat mensosialisasikan kepada aparat desa dan aparat hukum bagaimana jika kita terjadi konflik dengan satwa, sehingga tidak membahayakan jiwa manusia dan satwa tersebut.[sri]


Baca juga:
PEMBANTAIAN BERUANG DIUNGGAH KE FACEBOOK, POLRES LAHAT BEREAKSI KERAS
DEMO DI DPRD, MASSA AMAK TAK MAU DITEMUI KETUA
GANTIKAN WIRA, YAYAT RESMI JABAT KAPOLRES LAHAT
PARA PEJABAT LAHAT KETAKUTAN, SERAPAN ANGGARAN SANGAT RENDAH
HEBAT, POLRES LAHAT BEKUK SINDIKAT PENIPU VIA SMS


Komentar Pembaca






Berita Populer

Hendri: DPD Akan Perjuangkan Keinginan Masyarakat Lahat
Full Day School, Siswa jadi Korban Beban Jam Kerja Guru?
Putusan PK Perkuat Posisi PPP Djan Faridz