RMOLSUMSEL

Home      RMOL Group


LISTRIK TOKEN BUKAN SOLUSI?
RABU, 28 OKTOBER 2015 , 14:21:00 WIB

ILUSTRASI/NET
  

RMOL. Rakyat miskin dibuat bingung dengan rencana PLN untuk melakukan pencabutan subsidi dengan kelompok 450 dan 900 Volt Ampere (VA). Jika itu benar terjadi sudah pasti rakyat kecil akan mengalami kegelapan.

Pencabutan subsidi bukanlah langkah yang tepat ditengah himpitan ekonomi yang akhir-akhir ini kurang menggairahkan. Namun ada langkah yang dinilai cukup efektif yakni dengan mengubah menjadi listrik pintar atau yang lebih dikenal listrik token.

Namun pengguna listrik ini juga keap mengeluh dengan mahalnya harga token akhir-akhir ini ditambah ketersedian token listrik yang tidak menentu membuat sulitnya mendapatkan token listrik.

Menurut Ketua Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia (APERSI) Eddy Ganefo mengatakan token listrik bukanlah solusi namun pilihan.

"Listrik token bukanlah solusi tapi pilihan, tetap saja rakyat kecil lebih menginginkan listrik subsidi, jika subsidi dicabut dan token listrik langkah bagaimana solusi untuk rakyat kecil," katanya belum lama ini.

Dia mengatakan kebijakan terkait rencana pencabutan listrik bersubsidi untuk kategori listrik 450 dan 900 VA, tidak sejalan dengan program pemerintah sendiri, dengan mencanangkan 1 juta rumah untuk rakyat.

"Seharusnya Pemerintah melalui PLN mempermudah dengan memberikan dispensasi atas kebijakan pencabutan tersebut. Karena, untuk pelaku usaha, jelas akan memberatkan," jelasnya.

Sementara itu pihak PLN mengaku selalu siap melayani ketersedian meteran listrik pintar. Deputi Menejer Hukum dan Humas PLN S2JB Lilik Hendro Purnomo mengatakan jika masyarakat membutuhkan prosesnya masyarakat harus mendaftarkan terlebih dahulu melalui sistem online ke PLN dengan cara menghubungi callcenter PLN 123.

"Untuk Proses pendaftaran pemasangan pelanggan baru masyarakat bisa langsung mendaftarkan melalui callcenter 123. Nanti oprator kita yang akan mengarahkan ID pelanggan ke masing wilayah terdekat dimana pelanggan tinggal," katanya beberapa waktu lalu.

"Dari awal sejak berlakunya listrik pintar ini, baik untuk meteran maupun kebutuhan lainya PLN tidak mengalami kesulitan, Jika pelanggan dinyatakan siap sambung petugas PLN langsung siap memasangkan saluran listrik ke pelanggan.Hanya saja memang terkadang pelanggan harus menunggu terlebih dahulu karena yang mendaftar banyak dan terpaksa harus menunggu antrian," sambungnya.

Selain itu, untuk ketersedian pulsa listrik pintar itu sendiri sangat mudah dicari atau mudah dibeli oleh masyarakat,pihaknya sudah mengandeng pihak ketiga untuk pengadaan pulsa listrik pintar.

"Untuk penjualan pulsa sendiri masyarakat bisa membelinya di minimarket dan konter yang sudah bekerjasama dengan PLN seperti konter penjualan pulsa handphone, alfamart,indomaret, serta tempat yang sudah bekerjasama dengan PLN untuk menjual pulsa listrik pintar ini," jelasnya.

Dikataknya, penjualan pulsa listrik pintar ini pihaknya menjual dengan harga yang sudah ditetapkan yakni untuk harga sesuai dengan jumlah pulsa yang dibeli masyarakat.

"Memang sejak beberapa pekan pulsa listrik pintar ini mengalami kenaikan, dulu masyarakat membeli pulsa 20 dengan harga 20 ribu, namun saat pulsa listrik pintar mengalami kenaikan, hal itu dilakukan untuk membayar biaya adminstrasi tempat penjualan pulsa dimana masyarakat membeli.selama ini biaya admistrasi tersebut semua ditanggung pihak PLN," bebernya.

Dikalangan masyarakat memang harga penjualan pulsa listrik pintar ini bervariasi, namun dari PLN untuk penyaluran pulsa ke setiap agen penjualan pulsa listrik pintar masih sesuai dengan ketentuan sebagai contoh pulsa 20 tetap 20 ribu pemeberlakuan harga ini sama untuk semua nominal pulsa.

"Agen penjualan pulsa listrik pintar kan juga mau untung , makanya mereka menaikan harga untuk biaya administrasi.Selama ini PLN yang menanggung, sekarang diserahkan kepada agen atau outlet penjual pulsa listrik pintar," pungkasnya. [tim]


Baca juga:

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer