RMOLSUMSEL

Home     


CADANGAN LISTRIK DI SUMSEL MASIH DIKAJI
SELASA, 27 OKTOBER 2015 , 13:39:00 WIB

ILUSTRASI/NET
  

RMOL. Selain terjadinya defisit listrik, PLN berkilah jika pemadaman bergilir yang dilakukan disebabkan musim kemarau yang panjang yang menyebabkan berkurangnya debit air di sejumlah PLTA yang ada. Namun, air bukanlah satu-satunya sumber listrik yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel).

Potensi kekayaan yang melimpah justru tidak dimanfaatkan dengan maksimal, Deputi Manejer Hukum dan Humas PLN S2JB Lilik Hendro Purnomo mengatakan pemerintah sedang melakukan kajian dan hitung-hitung jika pembakit listrik menggunakan bahan baku selain air. Baca : Listrik Padam Ganggu Iklim Ekonomi di Sumsel

Saat ini PLN baru memiliki satu turbin pembangkit listrik yang menggunakan gas itupun hanya berkapisitas 60 MW. "Sekarang pemerintah sedang membahas itu, Sumsel kaya akan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku kebutuhan pembakit listrik seperti Gas, Batubara.Tingal lagi melihat efesiensi dan efektifitas dan jika menggunakan bahan baku selain Air apakah biaya oprasionalnya nanti sebanding dengan pemasukan, perihal tersebut sekarang sedang dilakukan kajian," teranganya.

Menurutnya, pemerintah menentukan bahan baku pembangkit mengunakan air sebagai pembangkit listrik, karena air merupakan bahan baku paling efesien dan efektif jika dilihat dari sisi ekonomis. Namun sayangnya hingga kini belum ada solusi yang terbaik mengatasi defisit listrik selain pemadaman bergilir.

"PLN mengoperasikan 25 PLTA untuk WS2JB, jika dilihat kelemahnya pembagkit mengunakan bahan baku air, pada saat musim kemarau seperti ini saat ini sangat berdampak terhadap pasokan listrik karena volume air berkurang atau menyusut sementara, air merupakan bahan baku pembakit Listrik yang kita gunakan saat ini," jelasnya. [tim]


Baca juga:

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer