Begini Awal Mula Kemelut Warga Mulya Jaya dengan PT LPI

Politik  MINGGU, 25 OKTOBER 2015 , 17:31:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Begini Awal Mula Kemelut Warga Mulya Jaya dengan PT LPI
RMOL. Musnahnya kebun karet warga akibat ulah pembakaran yang dilakukan PT Laju Perdana Indah (LPI) saat memanen tebu, merupakan sekelumit seteru yang terjadi antara warga Desa Mulya Jaya Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten OKU Timur (OKUT) itu dengan pihak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan tebu dan pabrik gula itu.

Ya. Kemelut antara warga setempat dengan LPI ternyata telah berlangsung selama 9 tahun. Selama itu pula, tidak ada penyelesaian secara tuntas atas kasus perampasan lahan warga yang dilakukan perusahaan tersebut.

"Kita sudah sampaikan masalah ini mulai dari Pemerintah Desa hingga Pemerintah Pusat," ujar Santosa, warga Desa setempat saat ditemui Rakyat Merdeka Online Sumsel bersama ratusan warga lainnya yang membangun tenda disana.

Santosa menjelaskan, bahwa awalnya lahan persengketaan antara warga dengan PT LPI ini seluas 1.700 hektar, atau peta wilayah Desa Mulya Jaya Kecamatan Semendawai Timur.

Peta wilayah itu lahir di tahun 2012, yang dibentuk dan ditetapkan tim terpadu yang diketuai H Herman Deru (Bupati OKU Timur waktu itu).

"Di tahun 80-an, ini merupakan kanal pembatas antara lahan masyarakat PTP 15 16 solo Kemusuk," cerita dia.

Pemerintah pun kata dia sudah pernah turun bersama, dan ternyata memang menemukan ada beberapa keganjilan yang dilakukan pihak PT LPI terhadap lahan tersebut.

Dalam catatan mereka, dari luas lahan 1.700 hektar yang dipersengketakan itu, 1.200 hektar diantaranya kini sudah tertanam tebu. Sisanya merupakan mulo mulo karet dan pemukiman.

Warga berharap besar, agar masalah sengketa ini difasilitasi Pemda untuk disampaikan ke BPN pusat agar segera di-inklap/ dikeluarkan dari PT LPI secepatnya. Sebab warga masih bayar pajak tiap tahun atas kepemilikan lahan mereka.

"Dan setiap tahun mereka (PT LPI,red) mengadakan pembakaran rutin dan itu merembet ke lahan/ kebun karet masyarakat," imbuh dia.

Kepala Desa (Kades) Mulya Jaya, Iwan Adha, meminta pada pihak LPI untuk segera menyelesaikan masalah ini secepatnya, agar tercipta situasi yang kondusif dan melengkapi satu sama lain.

Karena Kades mengakui, bahwa selama ini tidak ada i'tikad baik dari pihak perusahaan akan penyelesaian masalah tersebut.

"Kita sudah berupaya negosiasi, bicara baik-baik maupun ditengahi pemerintah daerah, tapi sampai saat ini tidak ada penyelesaian bahkan tidak ada tanggapan dari pihak PT LPI. Dan sampai saat ini LPI belum pernah nemui warga," beber Kades.

Sehingga pada puncaknya, persisnya 3 Oktober 2015 lalu, pihak PT LPI melakukan kegiatan panen tebu dengan cara membakar, walhasil apinya merembet ke kebun karet warga yang terbakar sampai 36 hektar.

"Setelah itu saya ajukan ke Pemda untuk minta penyelesaian mengenai ganti rugi sesuai peraturan pemerintah, namun sampai saat ini pihak PT LPI juga tidak mengindahkan. Maka dari itu masyarakat pada puncaknya mengklaim kembali lahan ini dan memberikan statemen kepada perusahaan agar jangan melakukan kegiatan di wilayah Desa Mulya Jaya sebelum ada penyelesaian mengenai ganti rugi lahan dan mengenai lahan sengketa," jelas Kades.

Kaitan itu, sudah satu bulan ini ratusan warga Desa Mulya Jaya mendirikan tenda-tenda di lokasi dimaksud, sebagai langkah awal pendudukan atas lahan mereka yang dirampas pihak perusahaan yang semena-mena. Di tenda itu mereka tidur dan makan bersama anak istri berhari-hari.

"Camat yang lama sering datang kesini. Tapi sejak digeser, tidak lagi. Sementara Camat yang baru sama sekali belum pernah datang," tambah Edi, warga lainnya. 
Lanjut Edi, warga juga meminta Bupati baru (Richard Cahyadi) agar turun.

Sebab, sejak jabat Pj Bupati OKUT, sampai sekarang beliau belum pernah turun. 
"Sudah kita minta untuk meninjau turun termasuk wakil rakyat, tapi belum ada yang turun. Ada apa dengan Pemda OKU Timur?. Tolong ditinjau, jangan buta tuli. Pokoknya sebelum ada penyelesaian, LPI tidak boleh beraktifitas dalam peta wilayah kami," tandas Edi.[sri]




Komentar Pembaca
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00