RMOLSUMSEL

Home     


GUNAKAN SISTEM E-VOTING, YAN ANTON JAMIN PILKADES BELANGSUNG JURDIL
SABTU, 24 OKTOBER 2015 , 11:51:00 WIB
LAPORAN: ERIK OKTA

BUPATI BNYUASIN YAN ANTON FERDIAN BERSAMA ROMBONGAN KEMENDAGRI
  

RMOL. Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian SH dalam sambutannnya didepan masyarakat desa Tanjung Agung saat prosesi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) mengunakan sistem e-voting, e-voting atau electronic voting yang diterapkan pertama kali di Bumi Sedulang Setudung ini menjamin jika hasilnya mewakili keinginan dari masyarakat pemilih.

Sebab, Pilkades e-voting mengacu pada penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan pemungutan suara kepala desa yang kini mulai diterapkan di Kabupaten Banyuasin.

Metode e-voting ini, terangnya, merupakan dasar pendidikan kepada masyarakat dan kedepan bisa digunakan  secara terus menerus. Tidak hanya Pilkades, Pilkada dan Pileg bahkan Pilgub dimasa mendatang menggunakan yang sama.

"Tahap awal ini kita upayakan Pilkades di 161 desa di Banyuasin berlangsung, saya jamin tertib, aman dan lancar. Maka dari itu mari kita sukseskan pesta demokrasi Pilkades dengan sistem e-voting ini," tegasnya.
Saat ini, kondisi penerapan dan teknologi e-voting terus berubah seiring perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat.

"Salah satu segi positif dari penerapan e-voting adalah makin murahnya perangkat keras yang digunakan dan makin terbukanya perangkat lunak yang digunakan sehingga biaya pelaksanaan e-voting makin murah dari waktu ke waktu dan untuk perangkat lunak makin terbuka untuk diaudit secara bersama," tegasnya.

Dikatakannya, teknologi e-voting digunakan karena memiliki beberapa keunggulan seperti tidak perlu mencetak surat suara, pemberian suara mudah dilakukan dan dapat mengakomodir pemilih berkebutuhan khusus.

"Teknologi ini lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat serta menjamin proses demokrasi yang berlandaskan langsung umum bebas,  jujur adil dan rahasia, secara keseluruhan sistem ini juga telah disempurnakan dari yang sebelumnya,” ungkapnya.

Bupati juga mengapresiasi masyarakat Banyuasin yang mau melek teknologi dan antusias menghadiri Pilkades dengan menggunakan e-voting.

"Pilkades merupakan proses untuk pemilihan pemimpin di desa, e-voting bukan hanya sebagai alat namum kita harus membangun kebersamaan dan menciptakan kesadaran betapa pentingnya teknologi informasi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Pilkades melalui e-voting telah mempunyai landasan hukum Mahkamah Konstitusi dalam amar Putusan No.147/PUU-VII/2009.

"Disamping itu penggunaaan teknologi informasi dan komunikasi dalam Pemilu ini didukung dengan landasan yang kuat yaitu Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 yang mengatur tentang informasi dan transanksi elektronik (ITE)," ujar Yan Anton Ferdian.

Masih menurut Yan, dalam  UU ITE pasal 5 menyebutkan bahwa informasi elektronik dan dokumen eletronik atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.

"Diharapkan hasil Pemilu yang dihitung dan disampaikan secara elektronik dapat dipergunakan sebagai alat bukti hukum yang sah untuk menentukan hasil Pemilu," ujar Bupati termuda di Indonesia ini.

Sementara itu, Sekda Banyuasin, Ir H Firmansyah mengatakan, pelaksanaan e-voting ini diterapkan guna menyamakan persepsi masyarakat tentang pelaksanaan Pilkades menggunakan e-voting.

"Selain juga untuk memberikan keselarasan dan sinkronisasi dalam Pilkades di Banyuasin," lanjutnya.

Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam menambahkan, seluruh jajaran DPRD Banyuasin berkomitmen mendukung penerapan dan pelaksanaan Pilkades menggunakan teknologi e-voting di Banyuasin.

"Teknologi e-voting diyakini mampu meminimalisir kecurangan dalam pemungutan hingga penghitungan suara dalam Pilkades nantinnya. Sehingga hasil akhir Pilkades sesuai dengan keinginan masyarakat.

Direktur Pusat Badan Pengkajian Teknologi dan Informasi, Dr Ir Hadi Budianto sebelumya pernah mengungkapkan, e-voting merupakan produk yang inovatif dan penting dalam melaksanakan pilar demokrasi yang sesuai dengan amanat UU.

"Saat ini sudah kita buktikan mampu menghemat biaya hingga 60 persen dibandingkan pemilihan umum secara konvensional," jelasnya.

Proses penghitungan suaranya juga sangat cepat. "Cukup menekan satu tombol. Hasilnya pun bisa langsung dilihat dan awasi secara bersama-sama dalam waktu beberapa menit saja," ujarnya.

Keamanan informasinya pun bisa diaudit. "Tidak perlu mencurigai ada kemungkinan kecurangan. Karena. Audit sistem yang digunakan pada perangkat e-voting bisa dilakukan," ungkapnya.

Teknologi e-voting lanjutnya, sudah digunakan sejak 2010 dan sudah 60 kali Pilkades di Indonesia yang telah menggunakan teknologi ini.

"Diantaranya, di kabupaten Boyolali (Jateng), kabupaten Jembara (Bali), kabupaten Musi Rawas (Sumsel), Itu pengalaman kami melaksanakan e-voting di Indonesia," bebernya.

Tahun ini digelar di Banyuasin dan beberapa waktu mendatang juga dilaksanakan di Kabupaten Lahat. [yip]

Keunggulan Teknologi e-voting

1. Tidak perlu mencetak surat suara
2. Pemberian suara mudah  dilakukan
3. Dapat mengakomodir pemilih berkebutuhan khusus
4. Proses penghitungan suara akan lebih cepat, tepat, dan akurat
5. Pengiriman surat suara langsung ke pusat data
6. Penayangan hasil berbasis web yang menjamin transparansi
7. Menghasilkan jejak audit, dan efisiensi jumlah SDM. 


Baca juga:
BULAN DEPAN, PILKADES BUNGA KARANG DENGAN SISTEM E-VOTING


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer