Di Kampung Nelayan Ternyata Ada Kerajaan Mafia BBM

Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone

Ekonomi  SELASA, 20 OKTOBER 2015 , 07:52:00 WIB

Di Kampung Nelayan Ternyata Ada Kerajaan Mafia BBM

RMOL. Nelayan-nelayan di Teluk Jakarta sejak dulu hingga sekarang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk melaut dengan harga yang jauh melampaui yang ditetapkan pemerintah. Yaitu sebesar antara Rp 11 ribu sampai Rp. 12 ribu per liter. Padahal saat ini harga BBM jenis solar adalah Rp 6.700 per liter.


Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPW KNTI) Teluk Jakarta, Taher, dalam diskusi Evaluasi Kinerja Kabinet Kerja dalam Agenda Kesejahteraan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam di Kantor KNTI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/10).

Nelayan membeli dengan seharga itu karena harus melewati beberapa pos untuk mendapatkan BBM. Taher menjelaskan nelayan harus membawa surat kelengkapan sebagai persyaratan, yang d ikalangan nelayan dinamakan 'Pass'. Untuk memperolehnya nelayan harus memiliki setidaknya 3 stampel dari ormas, syabandar, dan sebuah perusahaan.

"Pass itu harus distampel di syahbandar, di salah satu ormas. Dan itu harus ada uang yang keluar disitu. Kalau engga salah ada tiga pintu keseluruhan itu ada tiga pintu dan sekali stempel Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per stempel," lanjut Taher.

Hal senada disampaikan Ketua DPP KNTI Pusat, Riza Damanik.Menurutnya itu tidak hanya terjadi di Teluk Jakarta saja. Melainkan jamak terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Riza, Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) eksklusif dikontrol dan dikendalikan oleh kelompok-kelompok tertentu. Untuk membeli BBM nelayan harus membeli melalui kelompok tersebut dengan berbagai macam persyaratan yang sangat meberatkan nelayan.

Karena itulah, tambah Riza, selama ini nelayan merasa terhimpit secara ekonomi. Ia kemudian mendesak pemerintah untuk membuka akses nelayan terhadap BBM secara langsung.

"Akses orang terhadap BBM itu harus langsung, harus terbuka diberikan kepada rakyat," tegasnya. [zul]



Komentar Pembaca
Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

SENIN, 15 JULI 2019 , 14:53:43

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

JUM'AT, 12 JULI 2019 , 14:15:15

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

KAMIS, 11 JULI 2019 , 17:38:25

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00