"The 7 Laws of Happiness" Hadir di Frankfurter Buchmesse

Budaya  SABTU, 17 OKTOBER 2015 , 15:15:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

arvan pradiansyah

RMOL.Buku laris karya motivator kenamaan, Arvan Pradiansyah, menjadi satu-satunya buku motivasi dari Indonesia hadir di Frankfurter Buchmesse (Pameran Buku Internasional Frankfurt/International Frankfurt Bookfair 2015), Jerman.


Arvan ketika diwawancarai Rakyat Merdeka Online Sumsel via akun Twitternya, Sabtu (17/10), mengatakan yang disertakan adalah versi Bahasa Inggris "The 7 Laws of Happines".


"The 7 Laws of Happiness Edisi Bahasa Inggris. Ya memang kebetulan, ini menjadi satu-satunya buku motivasi dari Indonesia yang hadir di Frankfurter Buchmesse 2015," kata Arvan ketika dikonfirmasi tentang kabar itu.

Saat diminta menceritakan bagaimana bisa "The 7 Laws of Happiness" mewakili buku-buku motivasi Indonesia di sana, dengan arif Arvan menjawab, "Yang penting kita punya sesuatu untuk dibagikan."

"The 7 Laws of Happiness" merupakan salah sah satu best seller karya Arvan. Buku ini mengulang sukses pendahulunya "Life Is Beautiful" yang juga mendulang sukses luar biasa di samping best seller.


Buku ini perlu dibaca setiap orang yang mendambakan kebahagiaan hakiki dalam kehidupan mereka.Di buku 'The 7 Laws of Happiness' ini diajarkan dengan sangat praktis dan manis bagaimana pembaca bisa merasakan kebahagiaan setelah mereka mampu bersyukur.


Sebelumnya, Sekjen Kemendikbud Prof Ainun Na'im bahwa  Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam pameran buku internasional Frankfurter Buchmesse 2015.

Dengan menjadi tamu kehormatan di ajang ini, literatur Indonesia memasuki terobosan baru. Selama ini, sastra Indonesia hampir tidak dikenal dalam industri literatur di dunia. Namun pasar buku Indonesia yang berpenduduk 240 juta orang ini sekarang diakui sebagai pasar menarik.

Ainun mengatakan, "Kita ingin memperlihatkan kepada internasional kekayaan budaya kita lewat Frankfurt Book Fair ini."

Ditambahkannya, Indonesia memiliki beragam suku dan bangsa yang memberikan warna kebudayaan Indonesia. Sebagai negara multikultural, diyakini banyak negara yang tertarik untuk mempelajari Indonesia lebih jauh lagi.

"Dan yang lebih penting lagi kekayaan kebudayaan ini menampilkan banyak harmoni, hubungan antar umat beragama, antar budaya yang berbeda. Kita sebagai masyarakat multikultural dan multibudaya ini kan bisa hidup bersama dengan baik," tambahnya. [ida]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00