Rupiah Menguat Tajam Justru Muncul Kekhawatiran

Ekonomi  SABTU, 10 OKTOBER 2015 , 09:45:00 WIB

Rupiah Menguat Tajam Justru Muncul Kekhawatiran
RMOL.Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, penguatan tajam rupiah terhadap dolar AS saat ini memang bisa menjadi berkah bagi pelaku pasar keuangan.

Dia menyebut, jika ada investor yang masuk ke pasar modal Indonesia saat rupiah lemah, bisa mendapat dua keuntungan sekaligus. Yakni, saat harga aset atau sahamnya naik dan rupiah menguat. ''Untungnya bisa berlipat,'' ujarnya, kemarin.

Meski demikian, lanjut David, penguatan tajam rupiah saat ini juga memicu kekhawatiran, khususnya di sektor riil. Dia menyebut, memang banyak pelaku usaha yang senang dengan penguatan rupiah. Namun, ketika penguatannya terlalu tajam, bakal menyulitkan pelaku usaha dalam membuat proyeksi bisnis.

"Kalau melemahnya tajam, lalu menguatnya tajam, pelaku usaha pasti bingung (membuat perencanaan bisnis)," ucapnya seperti dilansir JPNN pagi ini, Sabtu (10/10).

Sementara itu, dari pasar modal, bursa saham Indonesia menghijau di sepanjang pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat sebesar 9,07 persen dan indeks LQ45 melesat 12,50 persen pada pekan ini seiring aksi beli investor asing.

Kenaikan secara kumulatif itu diraih setelah pada perdagangan akhir pekan kemarin IHSG ditutup menguat 97,911 poin (2,180 persen) ke level 4.589,344. Selanjutnya, indeks 45 saham unggulan atau LQ45 ditutup menguat 20,40 poin (2,65 persen) ke level 788,95. Secara year to date sejak awal tahun sampai dengan kemarin IHSG masih minus 12,20 persen, jauh berkurang dibandingkan pekan sebelumnya.

Konsistensi aksi beli investor asing sepanjang pekan ini diakhiri dengan pembelian bersih sebesar Rp 177,6 miliar pada penutupan perdagangan kemarin.

BACA: Hebat! Penguatan Rupiah Terbesar di Asia Pasifik

Sepanjang pekan ini, investor asing mencatatkan pembelian total sebesar Rp 14,487 triliun dan aksi jual sebesar Rp 12,224 triliun.  Dengan demikian terjadi pembelian bersih oleh investor asing sebesar Rp 2,263 triliun.[ida]

 


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

Gladiresik Pelantikan Praspa TNI-Polri

Gladiresik Pelantikan Praspa TNI-Polri

MINGGU, 14 JULI 2019 , 16:32:00

Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00