RMOLSUMSEL

Home     


GAK PERLU UPACARA KALAU SETELAHNYA MASIH TAWURAN
JUM'AT, 02 OKTOBER 2015 , 17:09:00 WIB
LAPORAN: INTAN SRIWIDARI

RMOL
  

RMOL.Memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh kemarin (1/10) tak harus melulu lewat upacara. Pemuda penerus bangsa harus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kesehariannya.

Terlebih, sejarah terkait pemberontakan G 30 S PKI (Partai Komunis Indonesia) tanggal 30 September 1965 dinilai rekayasa orde baru. Fakta yang muncul setelah orde baru tumbang, pemberontakan diragukan dilakukan PKI.
Beberapa buku menyebutkan, adanya kelompok-kelompok dalam TNI AD yang tidak harmonis memicu terjadinya penculikan para jenderal perwira tinggi. Bahkan serdadu yang terlibat dalam penculikan disebut-sebut cukup dekat dengan Mayjen Soeharto.

"Peristiwa penculikan dan pembunuhan para jenderal tetaplah sebuah kesalahan. Namun marilah bersama kita meluruskan sejarah. Fakta-fakta yang muncul setelah orde baru tumbang, membuat kita kembali berpikir, benarkah pemberontakan dilakukan PKI," ujar pengamat hukum dan politik dari Stihpada, Firman Freaddy Busroh, kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel, Kamis (1/10).

Sementara, lanjut dia, soal rekonsiliasi dengan keluarga korban PKI, itu hak pemerintah untuk menyelesaikan masalah HAM  masa lalu.

"Korban PKI tidak boleh diistimewakan, semuanya harus sama. Banyak masalah HAM di Indonesia yang tidak selesai, maka hak pemerintah bila ada rencana rekonsiliasi," ungkapnya.

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, pemuda penerus bangsa diharapkan terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kesehariannya.

"Yang harus kita perhatikan nilai-nilai Pancasila sudah mulai tergerus, seperti keimanan dan ketakwaan, budaya gotong royong, persatuan. Bila nilai Pancasila diterapkan, tidak akan ada lagi tawuran siswa, lingkungan kotor, ataupun masjid sepi jamaah," paparnya.[sri]


Baca juga:
SEPERTINYA ADA YANG SALAH DI KURIKULUM PENDIDIKAN
MINTA MAAF KEPADA PKI, TAK ADA LANDASAN HUKUMNYA
SEKARANG, PESAWAT TEMPUR TNI AU SIAP MENYERANG
HARI KESAKTIAN PANCASILA, ANGGOTA DPRD TERMUDA INI NGAJAK ANAK MUDA LURUSKAN SEJARAH
WAKO PAGARALAM PIMPIN UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer