Pasal Kretek Masuk RUU Kebudayaan

Pengamat: Dewan Itu Mau Apa, Tiap UU Jadi Proyek

Budaya  KAMIS, 01 OKTOBER 2015 , 17:30:00 WIB | LAPORAN: INTAN SRIWIDARI

Pengamat: Dewan Itu Mau Apa, Tiap UU Jadi Proyek

Pabrik rokok kretek/net

RMOL.Pasal kretek yang masuk dalam RUU Kebudayaan sangat mengherankan dan terkesan dipaksakan. Apalagi saat pembahasan awal, pasal ini tidak nampak.

Hal ini diamini Pengamat Politik dari Unsri, Joko Siswanto.

"Ini harus jelas. Tujuannya apa, ngatur masyarakat gak boleh merokok berati harus nutup pabrik rokok, kalau hanya himbauan-himbauan gak usahlah," ujarnya, kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel, Kamis (1/10).

Persoalan rokok dilematis. Ada mudharatnya namun sulit diatasi. Karena
menyangkut lapangan kerja, dan pendapatan negara.

"Himbauan sudah sering ada lebih baik gak usah. Perjelaslah itu dewan mau
ngapain, ngelarang rokok dijual bebas atau gimana. Tiap bikin UU jadi proyek.
Rokok itu banyak stakeholdernya jadi wajar kalau bisa jadi proyek," cetusnya.

Sebelumnya, dikutip dari RMOL. Co, Fraksi Gerindra tak sepakat dengan pembahasan kretek dalam RUU kebudayaan.

"Pasal mengenai kretek tidak tepat jika dimasukan dalam RUU Kebudayaan.
Sebaliknya harus dikeluarkan dari substansi RUU Kebudayaan," kata anggota
Komisi IX dari Fraksi Gerindra, Putih Sari, di Gedung DPR RI (Selasa, 29/9).

"Suatu tradisi kalau membawa dampak buruk atau tidak baik buat masyarakat
tidak seharusnya di lestarikan. Sudah banyak penelitian terkait dampak
tembakau terhadap kesehatan yang tidak bisa terbantahkan," sambungnya.

Dia meminta hal itu ditinjau kembali, apakah pas bila kretek dikategorikan
sebagai budaya nasional atau tidak.

"Sebab, tidak semua daerah di Indonesia punya kretek, kecuali di Pulau Jawa.
Jadi terasa mengganjal kalau kretek di kategorikan sebagai salah satu
kebudayaan nasional," demikian Putih.[sri]



Komentar Pembaca
Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 23:33:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00