Begini Sejarah Terciptanya Batik Banyuasin

no page  SELASA, 07 JULI 2015 , 18:23:00 WIB | LAPORAN: ERIK OKTA

Begini Sejarah Terciptanya Batik Banyuasin
RMOL. Batik khas Banyuasin bukanlah suatu karya yang tiba-tiba muncul. Kehadirannya telah melalui beberapa tahapan dan merupakan hasil kerja keras dari banyak pihak yang terlibat.

Mulai dari perlombaan mendesain sampai dengan mempatenkan motif batik khas Banyuasin di Balai Besar Batik yang berada di Kota Yogyakarta.

Diawalai dengan perlombaan desain corak batik Banyuasin, 4 Agustus 2014 lalu yang diperkasai oleh Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Banyuasin bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banyuasin.

Tidak kurang dari 70 orang peserta dari 19 Kecamatan Banyuasin, berjibaku menorehkan buah fikiran dan kreasinya membuat gambar batik yang mencirikan daerah Banyuasin.

Kemudian hasil karya mereka diseleksi oleh berbagai pihak yang kompeten dan menaruh perhatian besar terhadap batik. Seperti Ketua TP-PKK Kabupaten Banyuasin, Kepala Dinas Parsenpor Banyusin, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov.Sumsel, Kabid Perindustrian Prov.Sumsel,  bahkan pihak dari Balai besar batik dan kerajian yang ada di kota Yogyakarta.
 
Pada 12 Agustus 2014, didapat 6 orang pemenang desain terbaik, yang kemudian keenamnya dikirim ke pusat batik Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan membatik.

"Hal ini dimaksudkan agar produksi Batik khas Banyuasin selanjutnya dapat dikerjakan oleh putra daerah sendiri tanpa perlu meminta bantuan pihak luar," ujar Sekretaris Dekranasda Kabupaten Banyuasin, Martini SE MSi.

Selanjutnya pengurus Dekranasda Kabupaten Banyuasin berkoordinasi dengan Balai Besar Batik untuk menyempurnakan dan mengkolaborasikan desain batik dari para pemenang lomba  itu menjadi satu kesatuan motif batik Khas Banyuasin. 

"Balai besar batik yang mempadu-padankannya. Hasilnya kembali dikoordinasikan dengan semua tim penilai, apakah sudah memenuhi ketentuan dan memiliki makna yang khas banyuasin," jelasnya.

Hasil kolaborasi karya pemenang disampaikan Balai Besar batik dan Kerajinan Yogyakarta kepada pengurus Dekranasda Kab. Banyuasin.

Selanjutnya tim penilai kembali memberikan saran ketika dirasa motif yag ada belum cukup mewakili kehidupan masyarakat Banyuasin.

Hingga  pada pertengahan Maret 2015 disepakati bentuk motif yang akan dipakai pada Batik Khas Banyuasin.

"Jadi, motif batik khas Banyuasin ini, telah melalui beberapa revisi. Hingga akhirnya didapatkan corak yang sekarang ditetapkan sebagai motif Batik Khas Banyuasin," jelas Martini. [yip]


Komentar Pembaca
Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 09:57:31

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

JUM'AT, 11 OKTOBER 2019 , 16:08:49

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00