Pengikut Setia Bupati

Usai Jadi Sekda, Herman Disiapkan Jadi Wakilnya Anak Mawardi

Politik  RABU, 17 JUNI 2015 , 13:23:00 WIB | LAPORAN:

Usai Jadi Sekda, Herman Disiapkan Jadi Wakilnya Anak Mawardi

Herman, Sekda OI/ RMOLSumsel

RMOL. Setelah sempat melamar di berbagai partai Politik untuk maju sebagai Balon Wakil Bupati yang akan berpasangan dengan anak Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi sebagai Balon Bupati di Pemilukada mendatang, Herman, yang kini menjabat Sekda OI tinggal menunggu perintah selanjutnya dari Bupati OI Mawardi Yahya.

"Apakah diperintah tetap pada posisi semula (Sekda, red) ataukah diperintah untuk menjadi calon wakil bupati mendampingi AW Noviadi," tuturnya, kemarin Selasa (16/6) diruang kerja nya

Kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel Herman memberikan alasan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus loyal dan patuh pada intruksi atasan dalam hal ini Bupati OI.

"Tidak mau berkomentar terlalu jauh, mengingat harus menunggu perintah dari pimpinan, meski masa pensiun masih 6 tahun lagi, yang pasti saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa, mana yang terbaik untuk saya," tegasnya seraya mengatakan siap diposisikan dimana saja dan menerima perintah selanjut dari Mawardi.

Untuk memuluskan rencana pasangan Ahmad Wazir Noviadi dan Herman ini, Mawardi Yahya bahkan mengajukan pengunduran diri sebagai Bupati OI.

Selain menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI), Gubernur, Mawardi Yahya juga melayangakan surat kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Kenapa saya mengundurkan diri, bukan karena ada masalah atau bukan ada apa-apa. Tapi karena saya akan memberikan peluang kepada keluarga untuk menjadi salah satu kandidat calon bupati di pemilukada mendatang," tegasnya.

Dirinya akan mengakhiri masa jabatan pada tanggal 22 Agustus 2015. Namun melihat adanya Surat Keputusan (SK) Komisi Pemilihan Umum RI tertanggal 12 Juni 2015 NO 302/KPU/VI/2105 yang ditanda tangani ketua KPU RI, Husni Kamil Malik tersebut tentang penjelasan beberapa aturan PKPU NO 9 Tahun 2015 Pasal 4 ayat (1) dan ayat (11), peluang itu dimanfaatkan Mawardi untuk mencalonkan anakna Ahmad Wazir Noviadi.

Dimana dalam SK tersebut calon kepala daerah yang memiliki hubungan kekerabatan, pertalian darah dan ikatan perkawinan dengan petahana (incumbent) dapat mencalonkan diri sebagai kandidat calon kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota dapat mencalonkan diri dengan beberapa opsi.

"Satu-satunya opsi ya mengundurkan diri lebih awal sebelum tahapan pedaftaran pasangan calon dimulai. Jika tidak mengundurkan diri tak satupun dari keluarga yang diperkenankan menjadi kandidat bupati di Pemilukada mendatang," jelasnya. [rhd] 

Komentar Pembaca
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 07:10:00

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 , 17:47:00