RMOLSUMSEL

Home     


KPU SUMSEL AKUI BAKAL KESULITAN AWASI KAMPANYE HITAM VIA JEJARING SOSIAL
RABU, 25 MARET 2015 , 12:52:00 WIB
LAPORAN: SADAM MAULANA

KETUA KPU SUMSEL, AHMAD NAAFI/RMOLSUMSEL
  

RMOL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal membatasi jumlah akun jejaring sosial calon Kepala Daerah pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2015. Setiap kandidat diwajibkan hanya memiliki tiga dan akun yang digunakan wajib terdaftar.

Meski bakal membatasi jumlah akun jejaring sosial, KPU mengaku bakal tetap kesulitan mengawasi kampanye hitam melalui dunia maya. Sebab, akun jejaring sosial saat ini sudah semakin menjamur.

Tak hanya facebook dan twitter saja yang selama ini sudah sangat familiar, namun terdapat juga jejaring sosial lainnya yang marak digunakan. Seperti line, whatsapp, path, google+, instagram, maupun akun jejaring sosial lainnya.

"Dengan banyaknya akun yang dapat dimaksimalkan sebagai alat kampanye membuat kebijakan pembatasan harus dilakukan. Kami juga akan mengawasinya secara ketat. Meski pembatasan ini juga belum menjamin tidak akan dilanggar," kata Komisioner KPU Sumatera Selatan (Sumsel) Ahmad Naafi, Rabu (25/3).

Kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel, ia mengungkapkan, jika pihaknya telah belajar dari tahapan Pilkada di Sumsel beberapa waktu lalu. Akun jejaring sosial yang tidak diawasi dan tidak terdaftar mempunyai pengaruh yang sangat buruk.

"Akibatnya, banyak akun-akun yang mengaku sebagai tim sukses atau tim pendukung salah satu calon yang isinya kampanye hitam," ungkapnya.[sri]


Baca juga:
APRIL, ADD PUSAT CAIR
GERUDUK GEDUNG DPRD SUMSEL
RIBUAN WARGA BERI PENGHORMATAN PADA MENDIANG LEE KUAN YEW
DEWAN SUMSEL: WACANA KENAIKAN BBM PERLU DIEVALUASI
DR SITI NURIA MIRZA: KEMBALI "PERAWAN" HANYA RP300 RIBU PEMBOHONGAN PUBLIK


Komentar Pembaca






Berita Populer

BUMI Sumsel Deklarasikan Cak Imin Cawapres
Jika Pilkada Sekarang, Ishak Mekki Langsung Jadi Gubernur Sumsel
Rakerda PAN Kacau, Herman Deru 'Balik Belakang'