Dijatahi 8 Cabor Ecek-ecek

Olahraga  KAMIS, 05 MARET 2015 , 08:37:00 WIB

Dijatahi 8 Cabor <i>Ecek-ecek</i>

RMOLSumsel

RMOL. Aksi walk out (WO) Sumsel dari rapat Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memang cukup beralasan.

Dalam rapat itu ternyata KOI telah menetapkan Sumsel hanya kebagian sekitar 8 cabang olahraga di Asian Games 2018. Cabor yang diberikan pun bukan bergengsi melainkan hanya sekedarnya saja.

Tak hanya itu, KOI juga dinilai melanggar perjanjian internasional yang memutuskan menambah dua daerah lagi sebagai provinsi penyelenggara yakni Provinsi Jawa Barat dan Banten.

Padahal pada Memorandum Of Understanding (MOU) di Asian Games Incheon 2014 lalu, ditetapkan hanya DKI Jakarta dan Sumsel sebagai host city.

"Kenapa dari dua provinsi menjadi empat?  Dari situ saja sudah melanggar aturan. Kita pun baru tahu saat rapat kemarin bahwa ada dua daerah tambahan," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumsel, Ahmad Yusuf Wibowo, saat dijumpai di Gedung Kadispora Sumsel, kemarin (4/3).

Sebelumnya, KOI selaku pengambil kebijakan menetapkan delapan cabor yakni Basketball, Canoeing, Football, Handball, Baseball, Softball, Rowing dan Shotting. Penetapan ini pun tanpa ada komunikasi dari KONI Sumsel.

Ketua Harian KONI Sumsel, Musni Wijaya saat dihubungi Rakyat Merdeka Online Sumsel mengatakan, selama ini Sumsel tidak pernah diajak KOI dalam rapat penetapan cabor.

"Tapi tiba-tiba pada rapat dijelaskan Sumsel hanya dapat delapan cabor. Itukan tidak adil namanya," katanya, kemarin (4/3).

Musni pun mengaku bingung mengenai penilaian dari KOI yang memutuskan Jakarta lebih siap, bahkan mendapatkan cabor unggulan  ketimbang Sumsel. Padahal secara keseluruhan Sumsel jauh lebih siap karena memang telah memiliki venue-venue kelas wahid, dan telah berpengalaman menjadi tuan rumah pesta olahraga internasional.

Penetapan cabor favorit seperti atletik dan aquatik yang digelar di ibukota Jakarta menurut Musni sungguh di luar perkiraan pihaknya.

Padahal kedua cabor itu jelas lebih siap digelar di Sumsel karena memang sejauh ini kedua venue itu masih jauh lebih berkualitas di Jakabaring Sport City (JSC), sementara Jakarta masih perlu melakukan renovasi ulang.

"Atletik dan Aquatik kita sangat baik, coba bandingkan dengan venue di Jakarta. Beberapa keluhan yang kita layangkan kemarin pun tidak bisa dijawab oleh KOI, maka dari itu kita nyatakan untuk WO," paparnya.

Musni menyatakan, kabar mengenai keputusan timpang itu sudah sampai ke telinga Kemenpora yang mengaku kaget bukan kepalang. Sehingga mereka yakin dalam waktu dekat  ada tanggapan positif dari Kemenpora.

"Mereka bilang belum final jadi kemungkinan masih bisa berubah.  Kami harap KOI benar-benar meninjau ulang mengenai keputusan tersebut," kata Musni. [yip]
 

Komentar Pembaca
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00