Kisruh Golkar

Kader Beringin Bakal "Menumpang Perahu"

Politik  KAMIS, 22 JANUARI 2015 , 11:37:00 WIB

Kader Beringin Bakal

Politisi Golkar, Edwar Jaya /net

RMOL. Kisruh internal Partai Golkar antara kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (ARB) nampaknya akan berdampak pada kader beringin di daerah yang bakal mencalonkan diri maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini.

Pasalnya kedua kubu Agung dan ARB yang berseteru dan belum menemui titik islah membuat kader bingung dalam pencalonan.

Salah satu kader Golkar yang bakal maju pada Pilkada 2015 kabupaten/kota di Sumsel,  Edwar Jaya mengatakan, jika partai yang dinaunginya tak kunjung islah, maka dirinya akan mencoba maju sebagai calon kepala daerah melalui jalur independen atau mencoba maju dari partai lain.

Kemungkinan maju dari jalur independen atau jalur lain dengan "menumpang perahu" partai lain  nampaknya besar akan dilakukan kader Golkar, pasalnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri menyatakan pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah dimulai Februari 2015.

"Sementara ini kalau Golkar di pusat belum bersatu, saya akan coba partai yang lain dan saya sudah mengumpulkan masyarakat. Jadi siapkan dua jalur, kalau tidak bisa melalui partai melalui independen,"ujar Politisi Golkar, Edwar Jaya kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel, Kamis (22/1).

Disambungnya, dirinya akan tetap lanjut mencalonkan diri meski partainya dirundung kisruh internal.

"Kita akan coba, akan mendaftar karena inikan uji publik kita akan mendaftar di OKU Timur.  Kita kumpulkan dulu teman-teman, survey dulu bagaimana peluang kita di OKUT Timur Yakin saya siap, siap menang dan kalah, siap mengikuti seluruh proses,"tutur Edwar

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini mengaku mengikuti pencalonan kepala Daerah di OKU Timur, dilatari ingin membantu masyarakat.

Karena menurutnya di zaman yang katanya sudah merdeka namun masih banyak rakyat yang tertindas, dimana disebutkannya banyak masyarakat yang hendak masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih ada indikasi "sogok" walau sekedar honor. Hal lain juga lambannya proses administrasi seperti pembuatan akte kelahiran, dimana jika tak membayar maka prosesnya akan lama.

"Mengikuti pencalonan ini karena ingin membantu masyarakat karena menurut kita di jaman kemerdekaan masih tertindas, mereka masuk PNS masih dengan ada indikasi, honorpun harus membayar, membuat akte kelahiran, masyarakat mengatakan dinas-dinas tetap memungut, yang tidak membayar prosesnya hingga 3-4 bulan padahal mereka butuh akte itu cepat untuk daftarkan anak sekolah TK ataupun SD," ungkapnya.

Selain itu jika kelak terpilih sebagai Bupati OKU Timur, Edwar akan merenovasi hunian agar layak ditempati  masyarakat OKU Timur.

Dimana kata dia, saat ini di OKU Timur masih ada 800 rumah lantai tanah.

"Mudah-mudahan kalau kita jadi Bupati akan bersihkan, karena menurut saya tanah kemerdekaan adalah rumah tidak lantai tanah, punya air dan listrik," tandasnya.[aar]

Komentar Pembaca
Persiapan Reuni Akbar 212

Persiapan Reuni Akbar 212

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 18:27:00

Diskusi Tolak Ahok

Diskusi Tolak Ahok

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 14:16:00

Anie Baswedan dan Wartawan

Anie Baswedan dan Wartawan

JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 20:59:00