Akses Transportasi Sungai Berlian Banyuasin Mati Suri

Sosial  SENIN, 12 JANUARI 2015 , 17:26:00 WIB

Akses Transportasi Sungai Berlian Banyuasin <i>Mati Suri</i>

RMOLSumsel

RMOL. Akses transportasi lalu lintas perairan Sungai Berlian di Pangkalan Balai mati suri. Pendangkalan dan suburnya eceng gondok menjadi penyebab utama.

Awalnya Sungai Boom berlian itu digunakan sebagai sarana transportasi masyarakat sempat yang bisa tembus ke Palembang, Sungsang, Rantau Bayur dan sejumlah daerah lainnya, kata Aktifis Peduli Lingkungan Banyuasin, Abu Sali kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel, Senin (11/1).

"Karena hampir seluruh ruas sungai tertutup eceng gondok dan pendangkalan terus terjadi membuat sungai tersebut tak dapat dilintasi perahu meski berukuran kecil," jelasnya.

Warga mengharapkan campur tangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin segera mendatangkan alat berat guna membersihkan eceng gondok dan melakukan pengerukan sungai.

"Kalau sarana transportasi sungai dibuka kembali, tentu berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar," lanjutnya.

Terlebih Boom Berlian memiliki potensi wisata terpendam.

"Burung migran yang biasa mendiami sungai Sembilan juga bermigrasi ke Sungai Boom Berlian. Ini aset wisata meskipun jumlahnya tidak sebanyak di Sembilang. Jadi, tidak harus ke Taman Nasional Sembilang bila hendak melihat dan mengambil foto ribuan burung yang migran, cukup datang ke Boom Berlian," ujarnya.

Potensi ini harus ditangkap Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin.

"Ini aset kebanggan Banyuasin. Kalau bukan dinas pariwisata siapa lagi yang mengangkat potensi wisata ini," tanyanya.

Justru masyarakat setempat berbondong-bondong membangun sarana pariwisata.

"Mulai dari tempat pemancingan, sepeda air dibangun swadaya," ungkapnya.

Apalagi, Banyuasin kekurangan objek wisata, padahal banyak potensi yang dapat dimanfaatkan untuk itu. "Saat ini, sekitar 3 hektar tanah desa sudah mulai digarap untuk dijadikan tempat wisata," katanya.

Meski masih dengan fasilitas seadanya, dengan jembatan kayu lapuk dan mesti menyeberang dengan perahu, tempat itu ramai dikunjungi oleh masyarakat Banyuasin, terutama pada hari libur. Wajar saja, untuk datang ke tempat itu tidak diambil tarif dan hanya membayar Rp5 ribu untuk sewa sepeda air selama setengah jam.

"Sepeda air itu bantuan dari Dinas Pariwisata Banyuasin, kami berharap ada investor lain yang mau berinvestasi disini untuk mengembangkan kawasan wisata rawa di sini," ungkapnya.

Cukup banyak potensi yang bisa di jual, mulai dari wahana air, pemancingan, outbond dan pesona ribuan burung migran. "Lokasinya hanya sekitar 5 KM dari Jalintim dan bila jalur transportasi air dibuka kembali, tentunya akan memberikan nilai tambah yang eksotis untuk pariwisata Banyuasin," pungkasnya. [rik]

Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

RI 7 Dan Walikota Milenial

RI 7 Dan Walikota Milenial

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 21:42:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00