RMOLSUMSEL

Home     


TRAGEDI CHARLIE HEBDO
KINI, #JESUISAHMED TELAH MENYAINGI #JESUISCHARLIE
JUM'AT, 09 JANUARI 2015 , 08:30:00 WIB

AHMED MARABET
  

RMOL. Selain pesan yang menggunakan hastag #JeSuisCharlie, dunia maya juga kini diramaikan oleh pesan yang menggunakan tandapagar #JeSuisAhmed.

#JeSuisCharlie atau Saya adalah Charlie ditujukan sebagai tanda simpati terhadap koran Charlie Hebdo yang diserang tiga pemuda keturunan Arab hari Rabu lalu (7/1). Adapun #JeSuisAhmed atau Saya adalah Ahmed ditujukan sebagai tanda simpati kepada Ahmed Merabet, polisi Prancis yang juga ikut tewas dalam penyerangan itu.

Sebanyak 10 jurnalis Charlie Hebdo termasuk pemimpin redaksi dan karikaturis utama, Stephane Charbonnier, tewas dalam serangan itu. Sementara dua polisi, salah seorang di antaranya adalah Ahmed Merabet, tewas ketika berusaha menghentikan serangan tersebut.

Menurut laporan sejumlah media, penerbit Julien Caster di Maroko adalah orang pertama yang menggunakan hastag #JeSuisAhmed.

Menurut BBC, Casters mengingatkan bahwa tidak semua muslim di Prancis penganut paham radikal yang suka mengumbar kemarahan karena agamanya dihina.

Hastag #JeSuisAhmed ini dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa. Pemimpin Liga Arab Eropa Dyab Abou Jahjah juga berperan dalam menyebarkan hastag ini.

"Saya bukan Charlie, Saya adalah Ahmed polisi yang mati. Charlie mengolok-olok keyakinan dan budaya saya dan saya tewas membela hak dia (Charlie) melakukan itu," ujar Dyab Abou Jahjah di akun @Aboujahjah.

Sementara akun Haroon Moghul di @hsmoghul berkata, "#JeSuisAhmed, polisi yang tewas membela hak majalah itu untuk menghina agama dan budayanya."

Pemilik akun @Imi_Ahmed, Imran Ahmed, dalam twitnya mengatakan, "Ahmed Merabet melindungi rakyat. Dia adalan wajah sebenarnya dari Islam modern. Pembunuhnya tidak (mewakili Islam)." [dem]


Baca juga:


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Bukannya Belajar, Pelajar di Prabumulih Malah Tidur dengan Suami Orang
DPO Curanmor Tewas Ditembak, Jenazahnya Ditolak Ibu Kandung
Usia 22 Tahun Sudah Begelar Hajah Tapi Ngamar di Penginapan 101