Trauma, Pengantin Ini Enggan Hadiri Resepsi Pernikahannya

Kriminal  SENIN, 11 AGUSTUS 2014 , 22:28:00 WIB

RMOL. Lantaran trauma setelah pelaku pemerkosaan terhadap dirinya hadir dalam acara resepsi pernikahan,  UM (24) yang menjadi mempelai perempuan, tiba-tiba mengamuk dan tidak mau naik ke atas panggung.

Aksi mengejutkan UM sendiri akhirnya menimbulkan tanda tanya, sehingga keluarga korban menyelidiki sikap anaknya itu.

Setelah dibujuk, UM akhirnya menceritakan kepada temannya jika dia sudah menjadi korban pemerkosaan oleh pamannya sendiri Rustam (53).

Rupanya pembicaraan UM dan temannya itu didengar oleh keluarganya, sehingga kejadian dilaporkan ke Polresta Palembang sembari membawa pelaku, Senin 11 Agustus 2014.

Dihadapan petugas, tersangka Rustam yang diketahui sebagai
Kasi Pendataan di BKKBN ini, mencabuli korban UM ketika berumur empat tahun, atau sejak tahun 1994 silam.

Dari cerita korban dan pelaku, diketahui pencabulan terhadap UM terjadi hingga tahun 2002 di rumah nenek korban di Jl Papera, Rt 9, Rw 4, Kelurahan 20 ilir DIII, Kecamatan IT II. D

Korban yang lahir di rumah neneknya itu, sejak kecil hingga tahun 2002 tinggal di sana bersama pelaku.

"Itu ibaratnya rumah tua. Adik saya dan pelaku sama-sama tinggal dirumah itu sampai adik saya pindah tahun 2002 ke KM8. Adik saya itu, keponakan dari istri pelaku (Rustam)," ujar Yayan keluarga korban.

Keterangan korban sendiri, selama delapan tahun, ia sering dicabuli pamannya tersebut. Bahkan berdasarkan laporan korban, Juli 2002, ia malah dipaksa melakukan hubungan layaknya suami istri. Tahun 2010, saat korban menginap dirumah neneknya, ia kembali jadi korban kebejatan pamannya itu.

Saat berpacaran dengan suaminya saat ini, korban sudah menceritakan masalahnya tersebut.

"Suami saya menerima saya. Tetapi keluargannya saya tidak tahu," ucap UM singkat.

Kanit PPA Polresta Palembang, Ipda Imelda Rahmat membenarkan telah menerima laporan korban dan mengamankan terduga pelaku Rustam.

 "Saat ini, keterangan korban dan terduga sudah kita ambil," jelas Imelda kemarin.

Meski sudah meminta korban untuk melakukan visum, Imelda mengatakan cukup sulit untuk mengungkap kasus ini dari hasil visum tersebut. Pasalnya, sejak Jum'at (8/10) atau setelah dilaksanakannya akad nikah, korban sudah melakukan hubungan suami istri dengan suaminya.

"Jadi mengandalkan hasil visum itu susah. Jadi nanti akan kita perdalam dengan bukti dan keterangan saksi lain," jelasnya.

Oleh sebab itu, status Rustam saat belum dijadikan tersangka. Bahkan, terhitung sejak diserahkan pihak keluarga korban, dalam 1x24 jam perbuatannya belum terbukti, ia diperkenankan pulangtapi diwajib lapor kepada petugas.

"Jika terbukti, dia bisa dijerat dengan pasal 287 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara," tukasnya. [jie]

Komentar Pembaca
Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00